BAB I
AKHLAK TERPUJI DAN TERCELA TERHADAP DIRI SENDIRI
A. PENGERTIAN AKHLAK TERHADAP DIRI SENDIRI
1. Pengertian Akhlak secara Umum
Akhlak berasal dari bahasa Arab:
"Al-Khuluq" (الخلق) yang berarti perangai (cara seseorang bersikap), budi pekerti, atau tabiat.
Dalam istilah Islam, akhlak adalah:
Sikap, sifat, dan perilaku manusia yang muncul dari hati dan dilakukan dengan sadar, yang sesuai atau tidak sesuai dengan ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya.
Akhlak mencerminkan iman seseorang. Semakin baik akhlaknya, semakin kuat pula imannya.
2. Pengertian Akhlak terhadap Diri Sendiri
Akhlak terhadap diri sendiri adalah:
Sikap dan perilaku seseorang muslim dalam menjaga, memperlakukan dirinya sendiri dengan cara yang baik, sehat, dan terhormat serta sesuai dengan ajaran islam.
Ini mencakup:
• Cara berpikir tentang diri sendiri (mental)
• Cara memperlakukan tubuh (fisik)
• Cara merawat jiwa dan iman (spiritual)
3. Ciri-Ciri Akhlak terhadap Diri Sendiri
• Bersifat pribadi/internal, berasal dari dalam diri sendiri.
• Tidak selalu tampak oleh orang lain, tapi berpengaruh besar pada sikap sehari-hari.
• Menjadi dasar bagi akhlak terhadap orang lain.
• Dapat membentuk kepribadian yang utuh dan kuat.
B. DALIL DAN AKHLAK TERPUJI DAN TERCELA TERHADAP DIRI SENDIRI
1. Contoh-Contoh Akhlak Terpuji (Mahmudah) Terhadap Diri Sendiri
a. Menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh: Mandi secara teratur, menjaga pakaian bersih, makan makanan yang halal dan bergizi.
b. Disiplin dalam menjalankan kewajiban: Tepat waktu dalam belajar, bekerja, salat, dan tidur.
c. Rajin belajar dan meningkatkan diri: Semangat mencari ilmu, membaca buku, dan tidak membuang waktu dengan hal sia-sia.
d. Berpikir positif dan percaya diri: Menerima diri apa adanya, tidak membandingkan diri secara negatif dengan orang lain.
e. Sabar dan tidak mudah menyerah: Tetap tenang dalam kesulitan, berusaha terus saat gagal.
f. Menjaga hubungan dengan Allah: Rajin salat, berdoa, dan menjauhi maksiat agar hati tenang.
g. Bersyukur atas nikmat Allah:Tidak iri pada orang lain, merasa cukup dan bahagia dengan apa yang dimiliki.
h. Menjaga diri dari perbuatan merusak: Tidak merokok, tidak menggunakan narkoba, tidak melakukan tindakan berbahaya.
i. Taqwa: Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Contohnya, mengerjakan shalat, puasa, zakat, dan menjauhi perbuatan maksiat.
j. Sabar: Menahan diri dari segala bentuk kesulitan, cobaan, dan musibah, serta tidak mengeluh.
k. Beryukur: Mengakui segala nikmat yang diberikan Allah dan menggunakan nikmat tersebut untuk hal-hal yang baik.
l. Bertawakkal: Berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha dan berdoa.
m. Qana'ah: Menerima segala ketentuan Allah dengan lapang dada.
n. Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Diri: Memelihara kesucian dan kesehatan jasmani dan rohani.
o. Rendah Hati: Tidak sombong dan merendahkan orang lain.
p. Jujur: Berbicara dan bersikap benar dalam segala hal.
2. Dalil Al-Quran tentang Akhlak Terpuji
• Surah Al-Baqarah ayat 152:
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
"Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."QS. Al-Baqarah[2]:152
• Surah Al-An'am ayat 15
قُلْ تَعَالَوْا اَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ اَلَّا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًاۚ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ مِّنْ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَاِيَّاهُمْۚ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَۚ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّۗ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
"Katakanlah (Nabi Muhammad), “Kemarilah! Aku akan membacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu, (yaitu) janganlah mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, dan janganlah membunuh anak-anakmu karena kemiskinan. (Tuhanmu berfirman,) ‘Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.’ Janganlah pula kamu mendekati perbuatan keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar. Demikian itu Dia perintahkan kepadamu agar kamu mengerti."QS. Al-An'am[6]:151
3. Contoh-Contoh Akhlak Tercela (Mazmumah) Terhadap Diri Sendiri
a. Malas menjalankan kewajiban: Sering menunda belajar, salat, atau pekerjaan.
b. Mudah marah dan tidak sabar: Tidak mampu mengendalikan emosi saat menghadapi kesulitan.
c. Putus asa dan pesimis: Tidak percaya bahwa Allah bisa mengubah nasibnya.
d. Boros dan tidak bijak mengelola waktu/harta: Sering membeli barang yang tidak penting, banyak bermain tapi sedikit belajar.
e. Berbohong pada diri sendiri: Tidak jujur atas kesalahan, suka mencari alasan, dan menyalahkan orang lain.
f. Merusak tubuh dan kesehatan: Merokok, jajan sembarangan, begadang, atau menyakiti diri sendiri.
g. Tidak menjaga kebersihan: Membiarkan diri kotor, tidak peduli lingkungan, atau malas mandi.
h. Sombong: Merasa lebih baik dari orang lain dan merendahkan orang lain.
i. Riya': Melakukan ibadah atau perbuatan baik agar dilihat orang lain.
j. Hasad: Iri dan dengki terhadap nikmat yang diterima orang lain.
k. Ghibah: Menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain.
l. Putus Asa: Kehilangan harapan dan keyakinan akan rahmat Allah.
4. Dalil Al-Quran tentang Akhlak Tercela:
• Surah Al-Humazah ayat 1-3:
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ
"Celakalah setiap pengumpat lagi pencela" QS. Al-Humazah[104]:1
ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ
"yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya."QS. Al-Humazah[104]:2
كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ
"Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah."QS. Al-Humazah[104]:4
• Surah Al-Isra ayat 37:
وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا
"Janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung."QS. Al-Isra'[17]:37
Kesimpulan: Dengan memahami dan mengamalkan akhlak terpuji, serta menjauhi akhlak tercela, seorang Muslim dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
C. Cara Menumbuhkan Akhlak Terpuji
terhadap Diri Sendiri
Menumbuhkan akhlak terpuji perlu
kesadaran, pembiasaan, dan lingkungan yang baik. Berikut beberapa cara
efektifnya:
1. Memperkuat Iman dan Taqwa
• Rajin shalat, puasa, dan membaca
Al-Qur’an.
• Meyakini Allah selalu melihat dan
mencatat setiap perbuatan.
• Berdoa agar diberikan hati yang
bersih dan akhlak yang baik.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk
menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)
2. Membiasakan Diri dengan Perilaku
Positif
• Disiplin waktu → tidur cukup,
belajar tepat waktu.
• Menjaga kebersihan → mandi, gosok
gigi, dan merapikan pakaian.
• Mengatur pola makan → makan
secukupnya, tidak berlebihan.
• Olahraga teratur → menjaga tubuh
tetap sehat dan bugar.
3. Mengendalikan Diri dan Hawa Nafsu
• Menahan diri dari sifat malas,
boros, dan amarah.
• Berlatih sabar dan tenang dalam
menghadapi masalah.
• Membatasi diri dari kebiasaan
buruk seperti bergosip, iri hati, atau menunda pekerjaan.
4. Introspeksi dan Evaluasi Diri
(Muhasabah)
• Setiap malam, renungkan apakah
hari ini sudah berbuat baik atau belum.
• Mencatat kesalahan diri dan
berusaha memperbaikinya.
• Memberikan reward untuk diri
sendiri jika berhasil melakukan kebaikan.
5. Bergaul dengan Lingkungan yang
Baik
• Pilih teman yang bisa membawa pada
kebaikan.
• Mencontoh akhlak terpuji dari
guru, orang tua, dan tokoh agama.
• Menjauhi lingkungan yang mendorong
perbuatan maksiat.