BAB I
KESULTANAN SHAFAWI
📌 Kompetensi Dasar dan Ringkasan Materi
1.1. Latar Belakang dan Faktor Berdirinya Kesultanan Shafawi
Asal Usul: Dinasti Shafawi berasal dari tarikat Shafawiyah, sebuah gerakan sufi di Ardabil (Iran modern), yang didirikan oleh Syaikh Shafiuddin Ishaq.
Pendiri Kesultanan: Ismail I (Shah Ismail) mendirikan Kesultanan Shafawi pada tahun 1501 M.
Faktor Pendorong:
Melemahnya kekuasaan lokal di Persia.
Semangat keagamaan (Syiah Imamiyah) yang ingin ditegakkan.
Dukungan militer dari kelompok Qizilbash (pasukan fanatik Syiah).
1.2. Capaian Kemajuan Kesultanan Shafawi
🏛 Pemerintahan:
Shafawi mengubah Persia menjadi negara Syiah resmi.
Sentralisasi kekuasaan dan struktur pemerintahan yang kuat.
📖 Ilmu Pengetahuan:
Berkembangnya filsafat, teologi, dan sastra.
Didirikannya sekolah-sekolah dan pusat kajian Syiah.
💰 Ekonomi:
Perdagangan internasional berkembang, terutama karavan dagang.
Kota-kota besar seperti Isfahan menjadi pusat ekonomi dan budaya.
🤝 Sosial:
Menguatnya identitas Syiah di wilayah Persia.
Ketegangan dengan umat Sunni dan konflik dengan Ottoman.
1.3. Tokoh Penting dan Khalifah Kesultanan Shafawi
Shah Ismail I (1501–1524): Pendiri dan tokoh utama penegakan Syiah.
Shah Abbas I (1588–1629): Masa keemasan Shafawi. Memperkuat militer dan ekonomi, membangun Isfahan sebagai ibu kota megah.
Tokoh lainnya: Shah Tahmasp I, Shah Safi, Shah Suleiman.
1.4. Proses Kemunduran dan Runtuhnya Shafawi
Penyebab Kemunduran:
Lemahnya pemimpin setelah Shah Abbas I.
Konflik internal dan perebutan kekuasaan.
Serangan eksternal, terutama dari Kesultanan Utsmani dan bangsa Afghan.
Akhir Kesultanan:
Tahun 1736 M, dinasti Shafawi secara resmi berakhir saat Nadir Shah (dari suku Afshar) mengambil alih kekuasaan dan mendirikan Dinasti Afshariyah.