Bab 1: Shalat Sunat Selain Rawatib

BAB I
SHALAT SUNAT SELAIN RAWATIB

1. Shalat Sunat Tahajud
a. Pengertian
Shalat tahajud adalah shalat sunat yang dikerjakan setelah bangun tidur di malam hari, minimal 2 rakaat dan maksimal tidak terbatas, namun biasanya 11 atau 13 rakaat.
b. Dalil
QS. Al-Isra’: 79
"Dan pada sebagian malam hari, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
c. Waktu Pelaksanaan
Setelah tidur malam, dimulai sejak ba’da Isya hingga sebelum Subuh, yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir.
d. Keutamaan
- Mendekatkan diri kepada Allah
- Doa lebih mudah dikabulkan
- Diangkat derajatnya oleh Allah
- Menjadi ciri orang yang bertakwa

2. Shalat Sunat Tasbih
a. Pengertian
Shalat tasbih adalah shalat sunat 4 rakaat (dengan satu salam atau dua salam) yang di dalamnya membaca tasbih sebanyak 300 kali, yaitu:
> "Subhānallāh, walhamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar" sebanyak 75 kali di setiap rakaat.
b. Hadits Pendukung
HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas:
"Rasulullah SAW bersabda kepada pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib: Wahai Abbas, wahai pamanku, maukah engkau aku beri, aku ajari, aku sampaikan sepuluh macam keutamaan? Jika engkau melakukannya, Allah akan mengampuni dosamu yang awal dan akhir, yang lama dan baru, yang disengaja dan tidak disengaja, yang kecil maupun besar, yang sembunyi maupun terang-terangan… yaitu dengan shalat tasbih."
c. Waktu Pelaksanaan
Dianjurkan dilakukan minimal sekali seumur hidup, dan lebih baik dilakukan secara rutin:
Setiap hari
Setiap Jumat
Setiap bulan
Setiap tahun
d. Keutamaan
- Pengampunan dosa
- Mendekatkan diri kepada Allah
- Memperbanyak dzikir dan tasbih

3. Sholat Sunnah Istisqa
Sholat Istisqa adalah shalat sunnah yang dilakukan untuk memohon hujan kepada Allah SWT ketika terjadi musim kemarau panjang, kekeringan, atau kekurangan air.
a. Dasar Hukum Sholat Istisqa
Sholat ini disyariatkan dalam Islam berdasarkan:
1) Al-Qur'an:
> "Maka hendaklah mereka meminta hujan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya." (QS. Nuh: 10)
2) Hadis Nabi SAW:
> "Sesungguhnya Rasulullah SAW keluar ke lapangan (musalla) untuk shalat Istisqa’, lalu beliau menghadap kiblat, berdoa, dan membalikkan selendangnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
b. Hukum Sholat Istisqa
Hukumnya adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) dilakukan secara berjamaah jika terjadi kekeringan atau kemarau panjang.
c. Waktu Pelaksanaan
Dilaksanakan setelah matahari naik setinggi tombak, sekitar pukul 07.00 – 09.00 pagi, sama seperti waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri atau Idul Adha.
d. Tempat Pelaksanaan
Dilaksanakan di tanah lapang (bukan di masjid), mengikuti sunnah Nabi, agar lebih banyak orang yang hadir dan berdoa bersama-sama.
e. Tata Cara Sholat Istisqa
Sholat Istisqa mirip dengan sholat Id, yaitu:
1. Niat Sholat Istisqa
> Usholli sunnatal istisqa’i rok’ataini lillahi ta’ala.
Artinya: Aku niat shalat sunnah Istisqa dua rakaat karena Allah Ta’ala.
2. Jumlah Rakaat
Dilaksanakan sebanyak dua rakaat.
Boleh dilakukan dengan atau tanpa khutbah (namun sunnah disertai khutbah).
3. Takbir Tambahan
Rakaat pertama: 7 kali takbir (selain takbiratul ihram)
Rakaat kedua: 5 kali takbir
Setiap takbir diikuti dengan membaca tasbih dan pujian kepada Allah.
4. Bacaan Surat
Disunnahkan membaca:
Rakaat 1: Al-A'la
Rakaat 2: Al-Ghasyiyah
5. Khutbah
Setelah sholat, imam menyampaikan khutbah, berisi:
Peringatan untuk bertobat
Seruan memperbanyak istighfar
Doa agar Allah menurunkan hujan
6. Doa Istisqa
Imam dan jamaah memanjatkan doa meminta hujan, bisa dalam bahasa Arab atau bahasa setempat. Contohnya:
> "Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna..."
Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami...
7. Sunnah Tambahan Sebelum Sholat Istisqa
Sebelum pelaksanaan sholat, umat Islam dianjurkan untuk:
1. Bertaubat dan memperbanyak istighfar
2. Memperbanyak sedekah
3. Berpuasa sunnah 1–3 hari sebelum sholat
4. Menghindari maksiat dan memperbaiki diri
5. Mengajak semua orang ikut hadir, termasuk anak-anak dan orang tua
6. Berpakaian sederhana dan tidak berlebih-lebihan
Membalikkan Selendang atau Jubah
Saat berdoa, imam membalikkan selendangnya (sisi kanan ke kiri dan sebaliknya) sebagai bentuk harapan agar keadaan kering berubah menjadi hujan.

4. Sholat Sunat Istikharah
Pengertian Sholat Istikharah
Sholat Istikharah adalah sholat sunat dua rakaat yang dikerjakan untuk memohon petunjuk Allah SWT ketika menghadapi kebimbangan atau harus memilih di antara dua atau lebih pilihan yang sama-sama mubah (boleh menurut syariat).
> Istikharah berasal dari kata khayr yang berarti "baik", sedangkan istikharah artinya meminta pilihan terbaik.

Dasar Hukum
Hadis dari Jabir bin Abdillah r.a., Rasulullah SAW bersabda:
> "Apabila salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk melakukan suatu urusan, maka hendaklah ia sholat dua rakaat yang bukan sholat fardhu, lalu hendaklah ia berdoa..."
(HR. al-Bukhari no. 1162)

Ketentuan Sholat Istikharah
1. Waktu Pelaksanaan
Dikerjakan kapan saja selain waktu-waktu yang terlarang untuk sholat (seperti setelah Subuh hingga matahari terbit, dan setelah Ashar hingga Maghrib).
Waktu terbaik adalah malam hari setelah sholat tahajud atau di sepertiga malam terakhir.

2. Jumlah Rakaat
Dua rakaat, dengan satu salam.
Tidak ada ketentuan bacaan khusus, tetapi boleh membaca:
Rakaat pertama: Surah Al-Kafirun
Rakaat kedua: Surah Al-Ikhlas

3. Niat Sholat Istikharah
Dalam hati saat takbiratul ihram, atau bisa dilafalkan:
> أُصَلِّي سُنَّةَ الِاسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal istikhārah rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
(Saya niat sholat sunnah Istikharah dua rakaat karena Allah Ta‘ala.)

Doa Setelah Sholat Istikharah
Setelah selesai sholat, baca doa istikharah seperti yang diajarkan Rasulullah SAW:

Lafal Doa Istikharah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ (sebutkan keperluannya) خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ: عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ، فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ (sebutkan keperluannya) شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، أَوْ قَالَ: فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ، فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي._

5. Sholat Sunat Kusuf dan Khusuf
1. Pengertian Sholat Kusuf dan Sholat Khusuf
Jenis Gerhana Nama Sholat Kapan Dilakukan
Gerhana Matahari Sholat Kusuf Saat terjadi gerhana matahari
Gerhana Bulan Sholat Khusuf Saat terjadi gerhana bulan
> Catatan: Sebagian ulama menggunakan istilah "Sholat Kusuf" untuk keduanya, namun istilah paling umum dan populer adalah:
Kusuf untuk matahari
Khusuf untuk bulan

2. Hukum Sholat Kusuf dan Khusuf
Sholat ini hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.

3. Waktu Pelaksanaan
Sholat Kusuf: Dilakukan selama gerhana matahari berlangsung.
Sholat Khusuf: Dilakukan selama gerhana bulan berlangsung.
Jika gerhana selesai, maka sholat tidak lagi dilakukan.

4. Tata Cara Sholat Kusuf dan Khusuf
Jumlah Rakaat:
Dua rakaat, tetapi setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku’ dan dua kali sujud.
Rincian:
Rakaat Pertama:
1. Niat sholat kusuf/khusuf.
2. Takbiratul ihram.
3. Membaca doa iftitah.
4. Membaca Al-Fatihah dan surat panjang.
5. Ruku’ pertama (lama).
6. I’tidal.
7. Membaca Al-Fatihah dan surat lagi (lebih pendek).
8. Ruku’ kedua (lebih ringan dari yang pertama).
9. I’tidal.
10. Sujud dua kali seperti biasa.
Rakaat Kedua: Sama seperti rakaat pertama.
Setelah Sholat:
Disunnahkan berkhutbah (khutbah gerhana) seperti khutbah Idul Fitri, berisi:
Peringatan akan kebesaran Allah.
Seruan untuk bertobat, berzikir, bersedekah, dan memohon ampunan.

5. Dalil Disyariatkannya
Hadis dari Aisyah r.a.:
"Telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah ﷺ. Maka beliau keluar ke masjid dan melaksanakan sholat dengan berdiri lama, ruku’ lama, kemudian sujud..."
(HR. Bukhari dan Muslim)

6. Hikmah dan Tujuan Sholat Gerhana
Mengingatkan manusia akan kebesaran Allah SWT.
Menghindari keyakinan syirik bahwa gerhana adalah pertanda buruk tertentu (seperti kematian seseorang).
Menanamkan ketakwaan dan kesadaran akan hari kiamat.
Melatih umat untuk berzikir, berdoa, dan memohon ampun kepada Allah.

6. Sholat Sunat Dhuha
Pengertian
Sholat Dhuha adalah sholat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang dilakukan pada waktu Dhuha, yaitu ketika matahari mulai naik sekitar 7 hasta dari ufuk (±15 menit setelah matahari terbit) hingga sebelum masuk waktu Dzuhur.

Waktu Pelaksanaan
Awal waktu: Sekitar 15 menit setelah matahari terbit
Akhir waktu: Sekitar 10–15 menit sebelum masuk waktu Dzuhur
Waktu paling utama: Sekitar pukul 08.00–10.00, ketika matahari sudah tinggi dan panas mulai terasa.

Jumlah Rakaat
Minimal: 2 rakaat
Maksimal: 12 rakaat (dalam kelipatan dua-dua rakaat)
Yang sering dilakukan: 2, 4, atau 8 rakaat

Dalil dan Keutamaan
Hadis dari Abu Hurairah:
> “Kekasihku (Rasulullah ﷺ) mewasiatkan kepadaku tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Dhuha, dan agar aku shalat witir sebelum tidur.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan:
Dicukupi rezekinya oleh Allah
Mendapat pahala sedekah atas setiap sendi tubuh
Menghapus dosa (bila rutin melakukannya)

Niat Sholat Dhuha
> Ushalli sunnatadh-dhuha rak‘ataini lillāhi ta‘ālā
Artinya: Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta‘ala.

7. Sholat Sunat Tahiyatul Masjid
Pengertian
Sholat Tahiyatul Masjid adalah sholat sunnah sebagai bentuk penghormatan saat masuk masjid, sebelum duduk.

Waktu Pelaksanaan
Dilakukan setiap kali masuk masjid, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang (makruh atau haram).
Tidak berlaku jika seseorang masuk masjid saat khutbah Jumat sudah dimulai, atau ia langsung duduk karena udzur.

Jumlah Rakaat
Dua rakaat, tidak lebih dan tidak kurang

Dalil
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia duduk sebelum sholat dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat Sholat Tahiyatul Masjid
Ushallī sunnata taḥiyyatil-masjid rak‘ataini lillāhi ta‘ālā
Artinya: Aku niat sholat sunnah Tahiyatul Masjid dua rakaat karena Allah Ta‘ala.

Posting Komentar

Pilihan Editor

Hendrii · aishwa nahla