BAB I
TAUHID
Standar Kompetensi:
1. Mengimplementasikan tauhid dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar:
1.1. Menjelaskan pengertian tauhid zat, sifat dan af‘al serta cakupannya
Pengertian Tauhid: Tauhid adalah meyakini dan mengesakan Allah dalam segala hal, baik dalam zat, sifat, maupun perbuatan-Nya.
Tauhid Zat: Meyakini bahwa zat Allah itu satu, tidak ada yang menyamai-Nya, tidak terdiri dari bagian-bagian, dan tidak menyerupai makhluk.
Tauhid Sifat: Meyakini bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang sempurna, seperti Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Bijaksana, dan sebagainya, tanpa menyamakan-Nya dengan makhluk.
Tauhid Af‘al (Perbuatan Allah):
Meyakini bahwa semua yang terjadi di alam ini adalah kehendak dan ciptaan Allah. Tidak ada yang dapat mencipta, memberi rezeki, mematikan, atau menghidupkan kecuali Allah.
Cakupan Tauhid:
Tauhid mencakup tiga aspek utama dalam aqidah Islam, yaitu:1. Tauhid Rububiyah – mengesakan Allah sebagai Rabb (pencipta, pengatur)
2. Tauhid Uluhiyah – mengesakan Allah dalam ibadah
3. Tauhid Asma’ wa Sifat – mengimani nama dan sifat Allah sesuai yang Dia tetapkan.
1.2. Menjelaskan hubungan fungsional antara Iman, Islam dan Ihsan
Iman: Keyakinan dalam hati terhadap enam rukun iman.
Islam: Ketaatan lahir dan batin terhadap lima rukun Islam.
Ihsan: Menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya, dan jika tidak mampu, menyadari bahwa Allah melihat kita.
Hubungan fungsionalnya: Ketiganya saling melengkapi:
Iman membentuk keyakinan,
Islam menjadi wujud nyata dalam amal dan ibadah,
Ihsan menyempurnakan dengan niat dan kesungguhan hati.
1.3. Menampilkan sikap berpikir dan berperilaku positif dalam kehidupan sehari-hari
Contoh sikap yang mencerminkan implementasi tauhid:
Bertawakal kepada Allah setelah berusaha
Menjauhi syirik (menyekutukan Allah)
Bersyukur atas nikmat Allah
Bersabar atas ujian dan musibah
Menjalankan ibadah hanya karena Allah
Menjaga amanah dan kejujuran sebagai wujud iman.