BAB I
PENGANTAR BAHASA ARAB
A. Mengenal Bahasa Arab
Bahasa
Arab (al-lughah al-‘Arabiyyah / اللغة
العربية) adalah salah satu bahasa tertua yang
masih digunakan secara aktif di dunia. Bahasa ini berasal dari wilayah
Semenanjung Arab dan termasuk ke dalam rumpun bahasa Semit, yaitu kelompok
bahasa yang juga mencakup bahasa Ibrani dan Aram.
Saat
ini, bahasa Arab digunakan oleh lebih dari 400 juta penutur asli yang tersebar
di lebih dari 20 negara, terutama di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Negara-negara seperti Arab Saudi, Irak, Yaman, Suriah, Mesir, Libya, Maroko,
Aljazair, dan Sudan menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara mereka.
Bahasa
Arab tidak hanya digunakan dalam percakapan, tetapi juga dalam pendidikan,
media massa, pemerintahan, dan perdagangan. Karena cakupan pemakaiannya yang
luas, bahasa Arab menjadi salah satu dari enam bahasa resmi Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB), bersama dengan bahasa Inggris, Prancis, Mandarin, Spanyol,
dan Rusia.
Bahasa
Arab memiliki sejumlah ciri khas linguistik yang membedakannya dari banyak
bahasa lain di dunia. Berikut adalah beberapa ciri penting dari bahasa Arab:
- Ditulis dari kanan ke kiri. Huruf Arab disusun mulai dari sisi
kanan halaman menuju kiri, berbeda dari huruf Latin yang umum digunakan di
Indonesia.
- Menggunakan huruf hijaiah (huruf Arab) yang terdiri dari 28 huruf.
Setiap huruf memiliki bentuk berbeda tergantung posisinya dalam kata: awal,
tengah, akhir, atau berdiri sendiri.
- Memiliki tanda baca harakat, seperti fatḥah, kasrah, dan ḍammah,
yang menunjukkan vokal. Tanda sukun menunjukkan mati, dan tanwin menunjukkan
bunyi akhir ganda.
- Kata-kata bersifat berubah-ubah tergantung pada jenis kelamin,
jumlah (tunggal, dua, jamak), dan keadaan waktu (lampau, sekarang, perintah).
- Akar kata (جذر = jadzr) dalam bentuk
tiga huruf adalah dasar pembentukan banyak kosakata.
Misalnya, kata kataba (كَتَبَ = menulis) memiliki akar
k-t-b yang membentuk kata lain seperti kitāb (buku) dan kātib (penulis).
Dengan
struktur yang khas ini, bahasa Arab dianggap sebagai bahasa yang sangat
sistematis, logis, dan kaya makna.
B.
Jenis-Jenis
Bahasa Arab
Bahasa
Arab terbagi menjadi dua bentuk utama yang digunakan dalam kehidupan
sehari-hari dan pendidikan, yaitu Bahasa Arab Fusha (الفُصْحَى)
dan Bahasa Arab Amiyah (العامية).
1.
Bahasa
Arab Fusha (الفُصْحَى)
Bahasa
Arab Fusha (al-‘Arabiyyah al-Fuṣḥā) adalah bentuk bahasa Arab resmi dan baku.
Kata fuṣḥā sendiri berarti “fasih”, yaitu bahasa yang jelas, indah, dan
memiliki struktur tata bahasa yang lengkap.
Bahasa
Arab Fusha digunakan dalam:
- Penulisan al-Qur’an
- Hadis
dan kitab-kitab klasik
- Dunia
pendidikan dan pengajaran formal
- Media
resmi: koran, berita televisi, jurnal akademik
- Pidato kenegaraan dan dokumen hukum
Bahasa
Arab Fusha memiliki struktur tata bahasa (nahwu dan sharaf) yang sangat rapi
dan teratur. Di dalamnya terdapat sistem i‘rab, yaitu perubahan akhir kata
berdasarkan kedudukan dalam kalimat (fa‘il, maf‘ul, dan lain-lain). Selain itu,
kosa katanya banyak menggunakan bentuk jamak taksir (bentuk jamak tak
beraturan), bentuk musanna (dua), dan jenis kelamin (mudzakkar dan mu’annats).
Bahasa
ini juga memiliki bunyi yang kuat dan padat makna, seperti bunyi huruf:
- ض (ḍād)
— disebut sebagai "huruf paling Arab" karena unik
- ع
(‘ain) — suara tenggorokan
- ص
(ṣād) — bunyi tekanan lidah
- ق (qāf)
— diucapkan dari pangkal lidah dan atas tenggorokan
Bahasa
Fusha inilah yang dipakai dalam al-Qur’an. Oleh sebab itu, banyak pesantren di
Indonesia mengajarkan bahasa Arab Fusha kepada santrinya, agar mereka bisa
membaca kitab kuning dan memahami teks agama klasik (kitab turats).
Contoh
kalimat Fusha yang biasa dipelajari di pesantren dan sekolah:
- أَنَا طَالِبٌ فِي الْمَدْرَسَةِ
(anā ṭālibun fī al-madrasah) = Saya siswa di sekolah
- أَيْنَ الْكِتَابُ؟
(ayna al-kitāb?) = Di mana bukunya?
- هَذِهِ سَيَّارَةٌ جَمِيلَةٌ
(hādhihi sayyāratun jamīlah) = Ini mobil yang indah
Bahasa
Fusha diajarkan tidak hanya di dunia Arab, tetapi juga di berbagai negara
seperti Indonesia, Malaysia, Turki, bahkan negara-negara Barat. Bahasa ini
dianggap sebagai jembatan akademik dan sastra lintas bangsa.
2.
Bahasa
Arab Amiyah (العامية)
Bahasa
Arab Amiyah (al-‘Arabiyyah al-‘Āmiyyah) adalah bentuk bahasa Arab tidak resmi
yang digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh masyarakat Arab. Istilah ‘āmiyyah
berarti "umum" atau "rakyat biasa", karena bahasa ini
dipakai secara spontan dan tidak mengikuti tata bahasa yang kaku.
Bahasa
Amiyah berbeda-beda di tiap negara, bahkan antar kota. Dialek Mesir tidak sama
dengan Lebanon, Suriah, Maroko, atau Arab Saudi. Perbedaan ini terjadi karena:
- Pengaruh lokal dan sejarah penjajahan (seperti Prancis di Maghrib)
- Perubahan bunyi huruf (makhraj) yang disederhanakan
- Kebiasaan tutur masyarakat dan pengaruh budaya populer (film, lagu,
dll.)
- Beberapa perbedaan bunyi (makhraj) antara Amiyah dan Fusha yang
paling mencolok:
Perubahan
ini membuat Bahasa Amiyah lebih mudah diucapkan dan cepat dipahami saat
berbicara, meskipun secara tata bahasa tidak selalu benar menurut Fusha.
Berikut
adalah contoh perbandingan ungkapan dalam Fusha dan beberapa Amiyah:
Meski
terdengar sangat berbeda, penutur asli bahasa Arab biasanya menguasai lebih
dari satu dialek, dan mampu membedakan konteks penggunaannya. Mereka bisa
berpindah dari Amiyah ke Fusha saat menulis surat resmi atau berbicara di
televisi, dan sebaliknya saat berbincang santai.
C.
Bahasa
Arab sebagai Bahasa al-Qur’an
Bahasa
Arab memiliki kedudukan sangat istimewa karena menjadi bahasa dari al-Qur’an.
Al-Qur’an adalah teks suci yang diturunkan dalam bentuk Bahasa Arab Fusha yang
sangat indah, fasih, dan sarat makna. Bahasa dalam al-Qur’an dikenal dengan
istilah balāghah, yaitu kemampuan menyampaikan pesan secara padat, kuat, dan
penuh keindahan. Pemilihan bahasa Arab dalam kitab suci tersebut tidak hanya
menunjukkan kehormatan terhadap bahasa itu sendiri, tetapi juga memperlihatkan
betapa Bahasa Arab memiliki kemampuan untuk menjelaskan hal-hal kompleks dengan
kata-kata yang indah dan mendalam.
Ayat
berikut menggambarkan hal tersebut:
إِنَّا
أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Innā
anzalnāhu Qur’ānan ‘Arabiyyan la‘allakum ta‘qilūn
Artinya:
Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai al-Qur’an berbahasa Arab agar kamu
mengerti (QS. Yusuf: 2)
Bahasa
Arab dalam al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga
sebagai bentuk seni bahasa. Struktur kalimatnya mengandung ritme, keindahan
bunyi, dan kedalaman makna yang menjadikan bahasa Arab sangat khas dan kuat
dalam penyampaian pesan. Mempelajari bahasa Arab memungkinkan seseorang
mengakses dan memahami isi al-Qur’an, karya sastra klasik, serta warisan budaya
Arab secara lebih langsung dan otentik. Karena alasan inilah, bahasa Arab tidak
hanya penting di kalangan agama, tetapi juga dalam bidang akademik, sastra,
linguistik, dan budaya.
