BAB II
LINGKUNGAN ALAM
A. Hadits Abu Daud Nomor 4561
حَدَّثَنَا
نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ أَخْبَرَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ
عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ
مُطْعِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُبْشِيٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً صَوَّبَ اللَّهُ رَأْسَهُ فِي
النَّارِ سُئِلَ أَبُو دَاوُد عَنْ مَعْنَى هَذَا الْحَدِيثِ فَقَالَ هَذَا
الْحَدِيثُ مُخْتَصَرٌ يَعْنِي مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً فِي فَلَاةٍ يَسْتَظِلُّ
بِهَا ابْنُ السَّبِيلِ وَالْبَهَائِمُ عَبَثًا وَظُلْمًا بِغَيْرِ حَقٍّ يَكُونُ
لَهُ فِيهَا صَوَّبَ اللَّهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ حَدَّثَنَا مَخْلَدُ بْنُ
خَالِدٍ وَسَلَمَةُ يَعْنِي ابْنَ شَبِيبٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ
أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ
ثَقِيفٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ يَرْفَعُ الْحَدِيثَ إِلَى النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ
Telah menceritakan kepada kami
[Nashr bin Ali] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Abu Usamah] dari [Ibnu
Juraij] dari [Utsman bin Abu Sulaiman] dari [Sa'id bin Muhammad bin Jubair bin
Muth'im] dari [Abdullah bin Hubsyi] ia berkata, "Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menebang pohon bidara maka Allah
akan membenamkan kepalanya dalam api neraka." Abu Dawud pernah ditanya
tentang hadits tersebut, lalu ia menjawab, "Secara ringkas, makna hadits
ini adalah bahwa barangsiapa menebang pohon bidara di padang bidara dengan
sia-sia dan zhalim; padahal itu adalah tempat untuk berteduh para musafir dan
hewan-hewan ternak, maka Allah akan membenamkan kepalanya di neraka."
Telah menceritakan kepada kami [Makhlad bin Khalid] dan [Salamah] -maksudnya
Salamah bin Syabib- keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami
[Abdurrazaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Utsman bin
Abu Sulaiman] dari [seorang laki-laki penduduk Tsaqif] dari [Urwah bin Az
Zubair] dan ia memarfu'kannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seperti
hadits tersebut." [Abu Daud]
https://ilmuislam.id/hadits/4390/hadits-abu-daud-nomor-4561
B. Hadits Muslim Nomor 424
و حَدَّثَنِي
زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا
يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ
Telah menceritakan kepada kami
[Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Hisyam] dari
[Ibnu Sirin] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau
bersabda: "Janganlah salah seorang di antara kalian kencing di air yang
menggenang kemudian dia mandi darinya." [Muslim]
https://ilmuislam.id/hadits/24600/hadits-muslim-nomor-424
C. Hadits Abu Daud Nomor 2671
حَدَّثَنَا
مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ
عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحْيَا أَرْضًا
مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ وَلَيْسَ لِعِرْقٍ ظَالِمٍ حَقٌّ حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ
السَّرِيِّ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ عَنْ مُحَمَّدٍ يَعْنِي ابْنَ إِسْحَقَ عَنْ
يَحْيَى بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحْيَا أَرْضًا مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ وَذَكَرَ
مِثْلَهُ قَالَ فَلَقَدْ خَبَّرَنِي الَّذِي حَدَّثَنِي هَذَا الْحَدِيثَ أَنَّ
رَجُلَيْنِ اخْتَصَمَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
غَرَسَ أَحَدُهُمَا نَخْلًا فِي أَرْضِ الْآخَرِ فَقَضَى لِصَاحِبِ الْأَرْضِ
بِأَرْضِهِ وَأَمَرَ صَاحِبَ النَّخْلِ أَنْ يُخْرِجَ نَخْلَهُ مِنْهَا قَالَ
فَلَقَدْ رَأَيْتُهَا وَإِنَّهَا لَتُضْرَبُ أُصُولُهَا بِالْفُؤُوسِ وَإِنَّهَا
لَنَخْلٌ عُمٌّ حَتَّى أُخْرِجَتْ مِنْهَا حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدٍ
الدَّارِمِيُّ حَدَّثَنَا وَهْبٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ إِسْحَقَ بِإِسْنَادِهِ
وَمَعْنَاهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ عِنْدَ قَوْلِهِ مَكَانَ الَّذِي حَدَّثَنِي هَذَا
فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَأَكْثَرُ ظَنِّي أَنَّهُ أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ فَأَنَا رَأَيْتُ الرَّجُلَ
يَضْرِبُ فِي أُصُولِ النَّخْلِ
Telah menceritakan kepada kami
[Muhammad bin Al Mutsanna], telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab] telah
menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [ayahnya] dari
[Sa'id bin Zaid] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:
"Barang siapa yang menghidupkan lahan yang mati maka lahan tesebut adalah
miliknya, tidak ada hak bagi keringat yang zhalim." Telah menceritakan
kepada kami [Hannad bin As Sari] telah menceritakan kepada kami ['Abdah] dari
[Muhammad bin Ishaq] dari [Yahya bin 'Urwah] dari [ayahnya] bahwa Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Barang siapa yang menghidupkan
lahan yang mati maka lahan tesebut adalah miliknya." Dan ia menyebutkan
sesuatu yang sama dengannya. Ia berkata; sungguh telah telah mengabarkan
kepadaku orang yang telah menceritakan kepadaku hadits ini, bahwa dua orang
telah memperkarakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Salah
seorang diantara diantara mereka menanam pohon kurma di lahan orang lain.
Kemudian beliau memutuskan bahwa orang yang memiliki lahan mendapatkan lahannya
dan memerintahkan kepada pemilik pohon kurma agar mengeluarkan pohon kurma dari
lahan tersebut. 'Urwah berkata; sungguh aku melihat pohon kurma tersebut
akarnya telah ditebang menggunakan kapak. Sesungguhnya pohon kurma tersebut
adalah pohon kurma yang sempurna tinggi dan lebatnya. Hingga pohon tersebut
telah dikeluarkan darinya. Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Sa'id Ad
Darimi], telah menceritakan kepada kami [Wahb] dari [ayahnya], dari [Ibnu
Ishaq] dengan sanad dan maknanya, hanya saja ia mengatakan pada perkataan (di
tempat ia menceritakan kepadaku ini); kemudian seorang sahabat Nabi shallallahu
'alaihi wasallam berkata; dan perkiraan kuatku bahwa ia adalah [Abu Sa'id Al
Khudri], dan aku melihat seorang laki-laki yang menebang akar pohon kurma.
[Abu Daud]https://ilmuislam.id/hadits/2595/hadits-abu-daud-nomor-2671
D. Hadits Ath Thabarani No. 7311
Tersebar di tengah masyarakat kita
perkataan “kebersihan adalah sebagian dari iman” untuk memotivasi orang agar
menerapkan hidup bersih. Namun perlu diketahui bahwa ini bukanlah hadits Nabi
Shallallahu’alaihi wa sallam. Terdapat hadits yang berbunyi:
https://muslimah.or.id/12006-hadits-palsu-kebersihan-bagian-dari-iman.html
النَّظافةُ
تدعو إلى الإيمانِ
“Kebersihan membawa kepada
keimanan” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath no.7311)
Al
Iraqi rahimahullah mengatakan: “Sanadnya dha’if jiddan (sangat lemah)”
(Takhrij Ihya Ulumiddin, 1/74).https://muslimah.or.id/12006-hadits-palsu-kebersihan-bagian-dari-iman.html