A. Pengertian Waqaf dan Washal
1. Pengertian Waqaf (وقف)
Secara bahasa : Waqaf berasal dari bahasa Arab waqafa yang berarti
berhenti, menahan, atau diam.
Secara istilah (ilmu tajwid): Waqaf adalah menghentikan bacaan
Al-Qur’an sejenak pada suatu kata dengan tujuan mengambil napas, lalu
melanjutkan bacaan lagi. Biasanya dilakukan di akhir ayat atau di tengah ayat
sesuai tanda waqaf.
2. Pengertian Washal (وصل)
Secara bahasa: Washal berasal dari kata wasala yang berarti
menyambung atau menghubungkan.
Secara istilah (ilmu tajwid): Washal adalah menyambung bacaan
Al-Qur’an tanpa berhenti pada suatu kata, melanjutkan bacaan langsung ke kata
berikutnya tanpa mengambil napas.
B. Tujuan Waqaf dan Washal
1.Tujuan waqaf:
Untuk memudahkan pembaca bernapas.
Untuk memperjelas makna ayat agar tidak salah pengertian.
2. Tujuan washal:
Menjaga kelancaran bacaan.
Mengikuti kaidah bacaan yang menuntut penyambungan agar makna ayat
tetap terjaga.
C. Tanda-Tanda Waqaf dan Washal
1. Tanda-Tanda Waqaf (وقف)
Tanda waqaf digunakan untuk menunjukkan di mana pembaca bisa atau
sebaiknya berhenti. Beberapa tanda penting:
a. مـ (Waqaf Lazim)
Artinya: Wajib berhenti. Jika tidak berhenti, makna ayat bisa salah.
b. ط (Waqaf Mutlaq)
Artinya: Disarankan berhenti, karena makna ayat sudah sempurna.
c. ج (Waqaf Jaiz)
Artinya: Boleh berhenti, boleh juga lanjut.
d. ز (Waqaf Mujawwaz)
Artinya: Lebih baik dilanjutkan (tidak berhenti), tapi boleh
berhenti.
e. صلى (Shilah / Washal Awla)
Artinya: Lebih baik disambung, tapi boleh berhenti jika perlu.
f. قلى (Qilal Waqf)
Artinya: Lebih baik berhenti, tapi boleh juga lanjut.
g. لا (La Waqf)
Artinya: Tidak boleh berhenti di sini, karena bisa mengubah makna.
h. س (Saktah)
Artinya: Berhenti sejenak tanpa mengambil napas, lalu lanjut.
2. Tanda-Tanda Washal (وصل)
Washal adalah menyambung bacaan tanpa berhenti. Tanda-tandanya:
a. Tidak ada tanda waqaf di akhir kata → artinya bacaan disambung
terus.
b. Shilah (صلى) → Lebih baik disambung, menunjukkan
tempat washal.
c. Huruf kecil “مـ” di atas hamzah washal (ٱ)
di awal kata → menandakan kata dibaca sambung jika sebelumnya tidak berhenti.
d. Iqlab, Idgham, Ikhfa, dan hukum tajwid lain juga sering memerlukan
penyambungan untuk menjaga kaidah bacaan.
D. Contoh Waqaf dan Washal dalam Al-Qur'an
1. Contoh waqaf
QS. Al-Ikhlas[112]:1
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
QS. Al-Mutaffifin[83]:8
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سِجِّيْنٌۗ
2. Contoh washal
QS. Al-Baqarah[2]:16
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الضَّلٰلَةَ بِالْهُدٰىۖ
فَمَا رَبِحَتْ تِّجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوْا مُهْتَدِيْنَ