Bab 2: Akhlak Mahmudah

BAB II
AKHLAK MAHMUDAH


A. Pengertian Iffah, Syaja'ah, 'Adalah, Amanah dan Tasamuh
1. ʿIffah (العِفَّة)
Secara bahasa: menahan diri. Secara istilah : kemampuan menjaga diri dari perbuatan dosa, hawa nafsu, dan hal-hal yang haram. Contoh: menjaga pandangan, tidak mengambil yang bukan haknya.
2. Syajāʿah (الشَّجَاعَة)
Secara bahasa: keberanian. Secara istilah: sikap berani membela kebenaran, tidak takut kecuali kepada Allah, tetapi juga tidak gegabah. Contoh: berani berkata benar meski di hadapan orang berkuasa.
3. ʿAdālah (العَدَالَة)
Secara bahasa: keadilan. Secara istilah: menempatkan sesuatu pada tempatnya, memberi hak pada yang berhak, bersikap objektif tanpa pilih kasih. Contoh: tidak memihak dalam mengadili perkara.
4. Amānah (الأمَانَة)
Secara bahasa: kepercayaan. Secara istilah: sifat dapat dipercaya, menjaga titipan, menjalankan tanggung jawab dengan benar. Contoh: menepati janji, tidak berkhianat.
5. Tasāmuḥ (التَّسَامُح)
Secara bahasa: toleransi, lapang dada. Secara istilah: sikap menghargai dan menghormati perbedaan, baik dalam agama, pendapat, maupun budaya, tanpa mencampuradukkan akidah. Contoh: hidup rukun dengan tetangga yang berbeda keyakinan.
 
B. Dalil Naqli Mengenai Iffah, Syaja'ah, 'Adalah, Amanah dan Tasamuh
1. Dalil naqli iffah
QS. An-Nur[24]:33
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗوَالَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْكِتٰبَ مِمَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا وَّاٰتُوْهُمْ مِّنْ مَّالِ اللّٰهِ الَّذِيْٓ اٰتٰىكُمْ ۗوَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَاۤءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan jika hamba sahaya yang kamu miliki menginginkan perjanjian (kebebasan), hendaklah kamu buat perjanjian kepada mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barangsiapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa."
 
2. Dalil naqli syaja'ah
QS. Al-Ahzab[33]:39
 ۨالَّذِيْنَ يُبَلِّغُوْنَ رِسٰلٰتِ اللّٰهِ وَيَخْشَوْنَهٗ وَلَا يَخْشَوْنَ اَحَدًا اِلَّا اللّٰهَ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ حَسِيْبًا
"(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan."
 
3. Dalil naqli 'adalah
QS. An-Nahl[16]:90
۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ ٩٠
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."
4. Dalil naqli amanah
QS. An-Nisa'[4]:58
۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا ٥٨
"Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat."
 
5. Dalil naqli tasamuh
QS. Al-Kafirun[109]:6
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ ٦
"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”"
 
C. Manfaat Iffah, Syaja'ah, 'Adalah, Amanah dan Tasamuh
1. ʿIffah
Menjaga kehormatan diri dan martabat.
Terhindar dari zina dan perbuatan maksiat.
Menumbuhkan rasa malu yang positif (ḥayā’).
 
2. Syajaʿah
Berani menegakkan kebenaran walau menghadapi risiko.
Menumbuhkan keteguhan iman (tidak takut
 
kecuali kepada Allah).
Membentuk pribadi tegas, tidak pengecut tapi juga tidak gegabah.
 
3. ʿAdalah
Menjaga keseimbangan dalam masyarakat.
Menghilangkan kedzaliman dan konflik.
Menumbuhkan rasa aman dan saling percaya.
 
4. Amanah
Membuat seseorang dipercaya orang lain.
Menjadi dasar kemajuan masyarakat (tanpa amanah terjadi kehancuran).
Menguatkan iman karena amanah adalah ciri orang beriman.
 
5. Tasamuh
Membina kerukunan antar sesama, meskipun berbeda agama/suku.
Menghindari perpecahan dan permusuhan.
Menunjukkan bahwa Islam agama rahmatan lil-ʿalamin.
 

Posting Komentar

Pilihan Editor

Hendrii · aishwa nahla