Bab 2: Iman dan Taqwa

BAB II
IMAN DAN TAQWA

A. PENGERTIAN IMAN DAN TAQWA
1. Pengertian Iman
Secara bahasa kata iman berasal dari bahasa Arab āmana–yu’minu–īmānan yang berarti percaya, yakin, membenarkan. Sedangkan Secara istilah  iman adalah keyakinan yang teguh dalam hati (taṣdīq bil-qalb), diucapkan dengan lisan (iqrār bil-lisān), dan diwujudkan dengan amal perbuatan (‘amal bil-arkān). Jadi, iman tidak cukup hanya dengan percaya dalam hati, melainkan harus dibuktikan dengan ucapan dan tindakan nyata dalam kehidupan.

Rukun Iman
Iman seorang muslim harus mencakup 6 pokok kepercayaan, yaitu:
a. Iman kepada Allah
Percaya bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan, tidak ada sekutu bagi-Nya.
“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya).” (QS. Al-Baqarah: 255).
b. Iman kepada Malaikat
Malaikat diciptakan dari cahaya, selalu taat kepada Allah, tidak pernah membantah.
“Malaikat tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrīm: 6).
c. Iman kepada Kitab-kitab Allah
Yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an sebagai penyempurna dan penutup.
“Sesungguhnya telah Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan membawa kebenaran, membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjaganya.” (QS. Al-Māidah: 48).
d. Iman kepada Rasul-rasul Allah
Allah mengutus para rasul untuk memberi petunjuk kepada manusia. Nabi Muhammad SAW adalah penutup para nabi.
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi.” (QS. Al-Ahzāb: 40).
e. Iman kepada Hari Akhir
Percaya adanya kematian, alam kubur, hari kebangkitan, hisab, surga, dan neraka.
“Dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan bahwa Allah akan membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (QS. Al-Hajj: 7).
f. Iman kepada Qadha dan Qadar
Meyakini segala ketentuan Allah, baik yang baik maupun buruk, sudah ditetapkan oleh-Nya.
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.” (QS. Al-Hadīd: 22).

Hal ini ditegaskan dalam Hadis Jibril, ketika malaikat Jibril bertanya kepada Rasulullah SAW tentang iman: "Iman itu adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada takdir baik dan buruk." (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedudukan Iman
Iman ibarat pohon: memiliki akar yang kokoh (keyakinan pokok) dan cabang yang rimbun (amal perbuatan). Rasulullah SAW bersabda: “Iman itu memiliki lebih dari 70 cabang, yang paling tinggi adalah ucapan lā ilāha illallāh dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu adalah salah satu cabang dari iman.” (HR. Muslim no. 35). Cabang iman bisa berupa amal kecil maupun besar: shalat, menepati janji, menjaga kebersihan, menolong sesama, bahkan sekadar bersikap ramah.

2. Pengertian Taqwa
Secara bahawa taqwa berasal dari kata waqā–yaqī–wiqāyah yang berarti menjaga, memelihara, atau melindungi. Sedangkan secara istilah taqwa adalah sikap menjaga diri dari murka Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya secara istiqamah. Rasulullah SAW bersabda: “Taqwa itu di sini.” (HR. Muslim) sambil menunjuk ke dadanya tiga kali. Ukuran kemuliaan manusia di sisi Allah adalah taqwa, sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa.” (QS. Al-Ḥujurāt: 13)

B. CARA MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN IMAM DAN TAQWA
Iman = syarat; Taqwa = tujuan.
Iman dan amal shalih harus dipadukan agar iman tidak hanya sebatas ucapan. Karena itu Al-Qur’an sering menggandengkan keduanya dengan kalimat: “alladzīna āmanū wa ‘amilūṣ-ṣāliḥāt” (orang beriman dan beramal shalih).Tanpa amal, iman akan lemah, dan tanpa iman, amal tidak bernilai. Upaya menjaga dan meningkatkan iman-taqwa:
1. Belajar ilmu agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis.
2. Membaca dan merenungkan Al-Qur’an karena ia menjadi obat dan rahmat:  “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isrā’: 82).
3. Mempelajari Asmā’ul Ḥusnā → memahami sifat Allah membuat seseorang lebih hati-hati dalam hidup dan semakin rindu berjumpa dengan-Nya.
4. Meneladani Rasulullah SAW melalui sirah dan sunnahnya. Rasulullah bersabda: “Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya.” (HR. Muslim). Mencintai Nabi berarti meneladani akhlaknya.
5. Merenungi kesempurnaan syariat Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan, dari akhlak pribadi sampai hukum sosial.
6. Mengambil teladan dari generasi shalih (sahabat, tabi‘in, tabi‘ut tabi‘in). Mereka menjaga keimanan dengan sangat ketat. Contoh: Umar bin Khattab sampai memuntahkan makanan karena ragu kehalalannya, tabi‘in yang mengkhatamkan Qur’an dalam satu shalat malam, dan orang shalih yang selalu berjamaah puluhan tahun tanpa tertinggal.

C. CIRI-CIRI ORANG BERIMAN DAN BERTAQWA
1. Ciri-ciri Orang Beriman
Allah menjelaskan dalam QS. Al-Mu’minūn (23): 1-11, bahwa orang beriman itu:
a. Khusyuk dalam shalat.
b. Menjauhi perbuatan yang tidak berguna.
c. Menunaikan zakat.
d. Menjaga kemaluan (kehormatan).
e. Memelihara amanah dan menepati janji.
f. Menjaga shalat secara teratur.
Allah berfirman: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman...” (QS. Al-Mu’minūn: 1).

2. Ciri-ciri Orang Bertaqwa
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 2-3:
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan yang menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”

Dari ayat-ayat Al-Qur’an, ciri-ciri orang bertaqwa antara lain:
a. Beriman kepada hal gaib.
b. Menegakkan shalat.
c. Menginfakkan sebagian rezeki.
d. Menjauhi dosa besar.
e. Berlaku adil, jujur, dan amanah.
f. Bersabar dalam menghadapi musibah.
g. Ikhlas dalam amal ibadah.
h. Bertawakal kepada Allah.

D. IMAN DAN TAQWA DALAM KEHIDUPAN MASA SEKARANG
Dalam kehidupan modern banyak kekacauan terjadi karena menipisnya iman dan taqwa manusia. Akibatnya, manusia bertindak sesuka hati tanpa memperhatikan nilai dan norma Islam. Sebagai seorang muslim, kita wajib meningkatkan iman dan taqwa dengan cara melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.Perkembangan zaman memang membawa dampak positif dan juga dampak negatif. Agar terhindar dari dampak negatif, kita harus selalu menjaga diri dengan memperkuat iman dan taqwa.

Beriku beberapa contoh dari banyaknya permasalahan masyarakat muslim dalam kehidupan modern masa kini diantaranya:
1. Tuntutan hidup yang semakin kompleks telah menyebabkan manusia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keiginannya.
2. Agama sudah dipandang sebagai sesuatu yang terpisah dengan pengaturan kehidupan. 
3. Pola masyarakat sudah bergeser dari yang sederhana dan sosial-religius ke arah individual, materialistis dan sekuler.
4. Terlalu mencintai hal-hal yang bersifat duniawi tanpa pernah memikirkan kehidupan di akhirat.
5. Pernikahan dan lembaga pernikahan mulai tidak mendapat respon dari masyarakat sebab lebih cenderung untuk memilih hidup bersama tanpa nikah.
6. Keinginan terhadap karier dan materi yang begitu tinggi telah menyebabkan hubungan interpersonal baik di dalam keluarga ataupun di masyarakat menjadi terganggu apalagi ibadah kepada Allah SWT yang tidak di pikirka sama sekali.

KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas, adapun kesimpulan yang dapat diambil antara lain:
1. Keimanan dan ketaqwaan merupakan dua hal yang sangat diutamakan dalam Islam. Ciri orang yang beriman dan bertaqwa yaitu menjalankan semua perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
2. Untuk memelihara dan meningkatkan kualitas iman dapat dilakukan dengan menjadikan Al Quran dan Hadist sebagai pedoman hidup.
3. Keimanan dan ketaqwaan umat Islam masa sekarang mulai tergoyahkan dengan banyaknya tantangan dan tuntutan kehidupan yang semakin kompleks.

Posting Komentar

Pilihan Editor

Hendrii · aishwa nahla