BAB II
AKHLAK KEPADA ALLAH SWT
A. Pengertian Akhlak kepada Allah
SWT
Akhlaq berasal dari bahasa Arab
khuluqun yang berarti budi pekerti, perangai, atau tabiat. Menurut istilah, akhlaq adalah sikap
atau kekuatan jiwa yang mendorong seseorang berbuat dengan mudah dan spontan
tanpa berpikir panjang. Akhlaq kepada Allah SWT berarti
sikap dan perbuatan manusia sebagai hamba kepada Allah sebagai Pencipta
(Khaliq), yang dilakukan dengan penuh kesadaran, rasa hormat, dan cinta
kepada-Nya. Jadi, akhlaq kepada Allah adalah
segala perbuatan yang menunjukkan ketaatan, rasa syukur, dan penghambaan total
kepada Allah SWT.
B. Alasan Mengapa Seorang Muslim
Harus Berakhlak kepada Allah SWT
1. Karena Allah adalah Pencipta
manusia. Manusia diciptakan dari air yang
terpancar dari tulang sulbi dan dada. Hal ini dijelaskan dalam QS.
At-Thariq: 5–7, bahwa manusia harus sadar asal penciptaannya.
2. Karena Allah memberi manusia
hati, pendengaran, dan penglihatan. Dengan nikmat itu manusia bisa
berpikir dan bersyukur. Berdasarkan QS. An-Nahl: 78, Allah
mengeluarkan manusia dari perut ibu dalam keadaan tidak tahu apa-apa, lalu
memberi alat untuk belajar.
3. Karena Allah menyediakan kebutuhan
hidup manusia. Seperti air, udara, makanan, dan
hewan ternak. Dalam QS. Al-Jatsiyah: 12–13, Allah
menundukkan laut dan bumi agar manusia bersyukur.
4. Karena Allah memuliakan manusia. Manusia diberi kelebihan dari
makhluk lain serta rizki yang baik. Sesuai QS. Al-Isra’: 70, Allah memuliakan
anak cucu Adam dengan akal dan kemampuan yang sempurna.
Dari empat alasan di atas, jelas
bahwa manusia wajib berterima kasih dan berakhlak baik kepada Allah karena
seluruh nikmat yang dimilikinya berasal dari-Nya.
C. Akhlak Seorang Muslim kepada
Allah SWT
Akhlaq kepada Allah SWT berarti
menunjukkan ketaatan, cinta, rasa takut, dan keikhlasan dalam beribadah
kepada-Nya. Berikut bentuk-bentuk akhlaq kepada Allah SWT:
1. Taqwa kepada Allah SWT
Taqwa artinya menjaga diri dari
murka Allah dengan menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya. Orang yang bertaqwa selalu membawa
nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan. Buah dari taqwa:
a. Dapat membedakan benar dan salah
(furqan).
b. Mendapat berkah dari langit dan
bumi.
c. Mendapat jalan keluar dari
kesulitan.
d. Diberi rezeki tanpa disangka.
e. Dimudahkan urusan hidupnya.
f. Dihapus dosanya dan mendapat
pahala besar.
2. Cinta kepada Allah SWT
Cinta kepada Allah adalah rasa kasih
dan keterikatan hati kepada Allah yang mendorong seseorang taat kepada-Nya. Tanda cinta kepada Allah adalah
mencintai Rasul, jihad di jalan-Nya, dan menaati perintah-Nya. Cinta kepada dunia, keluarga, dan
harta harus berada di bawah cinta kepada Allah.
3. Ikhlas
Ikhlas berarti melakukan sesuatu
semata-mata untuk mengharap ridha Allah, bukan karena ingin pujian atau
keuntungan dunia. Tiga unsur ikhlas:
a. Niat yang murni karena Allah.
b. Melakukan amal sebaik-baiknya.
c. Menggunakan hasil usaha dengan
cara yang benar.
4. Khauf dan Raja’
Khauf artinya rasa takut kepada
Allah — takut berbuat dosa, takut siksa-Nya. Raja’ artinya harapan akan rahmat
dan ampunan Allah. Kedua sifat ini harus seimbang:
takut mendorong kita menjauhi maksiat, harapan membuat kita terus berbuat baik
dan tidak putus asa.
5. Tawakal dan Ikhtiar
Tawakal berarti menyerahkan segala
urusan kepada Allah setelah melakukan ikhtiar (usaha maksimal). Tawakal bukan berarti pasrah tanpa
berbuat apa-apa, melainkan usaha sungguh-sungguh disertai kepercayaan penuh
kepada ketentuan Allah. Buah tawakal: hati menjadi tenang,
tidak cemas menghadapi masa depan, dan selalu dilindungi Allah SWT.
6. Syukur
Syukur adalah memuji dan berterima
kasih kepada Allah atas nikmat-Nya, baik dengan hati, lisan, maupun perbuatan. Tiga dimensi syukur:
a. Hati: mengakui bahwa semua nikmat
dari Allah.
b. Lisan: memuji Allah dan menyebut
nikmat-Nya.
c. Anggota badan: menggunakan nikmat
untuk kebaikan.
Keutamaan orang yang bersyukur:
a. Allah menambah nikmat (QS.
Ibrahim: 7).
b. Terhindar dari azab Allah (QS.
An-Nisa’: 147).
c. Diberi pahala besar (QS. Ali
Imran: 144).
D. Kesimpulan
Akhlaq kepada Allah SWT adalah sikap
yang menunjukkan penghambaan, cinta, dan ketaatan kepada Allah sebagai
Pencipta. Seorang muslim wajib berakhlaq baik
kepada Allah karena:
1. Allah menciptakan manusia,
2. Memberi akal dan hati,
3. Menyediakan segala kebutuhan
hidup,
4. Dan memuliakan manusia dengan
kelebihan dari makhluk lain.
