BAB II
FIQIH REMAJA
A. PENGERTIAN FIQIH REMAJA
Fiqih remaja adalah ilmu yang mempelajari hukum-hukum syariat Islam yang berkaitan dengan ibadah, muamalah, dan akhlak, khususnya yang dibutuhkan oleh remaja yang sudah baligh.
Fiqih: Ilmu tentang hukum-hukum syariat Islam yang berkaitan dengan perbuatan manusia, berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Hadits.
Fiqih Remaja: Kajian hukum Islam yang dibutuhkan oleh remaja dalam menjalani kehidupan sehari-hari, mulai dari ibadah, adab, hingga pergaulan.
B. MASA BALIGH DAN TANDA-TANDANYA
Baligh adalah masa ketika seorang anak sudah mencapai usia dewasa menurut syariat Islam, sehingga ia sudah dibebani kewajiban (mukallaf) untuk melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Saat baligh, seorang muslim wajib shalat, puasa, zakat, dan ibadah lainnya.
a. Laki-laki
• Mimpi basah (keluar mani) → tanda utama.
• Tumbuh kumis, jenggot, atau bulu di ketiak dan kemaluan.
• Suara menjadi lebih berat.
b. Perempuan
• Mengalami haid (menstruasi) → tanda utama.
• Mulai tumbuh payudara.
• Tumbuh bulu di ketiak dan kemaluan.
2. Usia Baligh (Jika tanda fisik belum muncul)
• Laki-laki → sekitar usia 15 tahun hijriyah.
• Perempuan → sekitar usia 9–15 tahun hijriyah.
Jadi, kalau tanda fisik belum terlihat, maka dihitung baligh saat mencapai usia tersebut.
C. FIQIH IBADAH UNTUK REMAJA
1. Pengertian Fiqih Ibadah
1. Pengertian Fiqih Ibadah
Fiqih ibadah adalah ilmu yang membahas hukum-hukum syariat tentang tata cara beribadah kepada Allah SWT, seperti shalat, puasa, zakat, haji, dan ibadah lainnya. Bagi remaja yang sudah baligh, ibadah menjadi wajib.
2. Macam-macam Ibadah yang Wajib Dipahami Remaja
a. Thaharah (Bersuci)
Pengertian: Membersihkan diri dari najis dan hadats.
Macam-macam thaharah:
• Wudhu → syarat sah shalat.
• Mandi wajib → setelah junub, haid, nifas.
• Tayamum → jika tidak ada air atau ada halangan memakai air.
Najis: ringan (air kencing bayi), sedang (darah, nanah), berat (anjing, babi).
b. Shalat
Wajib: Shalat 5 waktu (Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib, Isya).
Syarat sah: suci dari hadats, menutup aurat, masuk waktu, menghadap kiblat.
Rukun shalat: niat, takbiratul ihram, berdiri (bagi yang mampu), membaca Al-Fatihah, ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud akhir, salam, tertib.
Shalat sunnah: dhuha, tahajud, tarawih, witir, dsb.
c. Puasa (Shaum)
Definisi: Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan, dari fajar hingga maghrib, disertai niat.
• Puasa wajib: Ramadhan.
• Puasa sunnah: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh (13, 14, 15 bulan hijriyah), puasa Arafah, puasa Asyura.
d. Zakat
• Zakat fitrah: Wajib bagi setiap muslim, ditunaikan sebelum shalat Idul Fitri.
• Zakat mal: Bagi yang sudah memiliki harta sampai nisab.
Bagi remaja: biasanya zakat fitrah ditunaikan oleh orang tua, tapi jika sudah mampu mandiri, ia wajib menunaikannya sendiri.
e. Haji
Wajib sekali seumur hidup bagi muslim yang mampu (istitha’ah: biaya, fisik, keamanan).
Remaja yang sudah baligh dan mampu boleh menunaikan haji.
3. Ibadah Sosial
Selain ibadah mahdhah (langsung kepada Allah), remaja juga perlu memahami ibadah sosial, seperti:
1. Sedekah → membantu orang lain dengan harta.
2. Berbakti kepada orang tua.
3. Menjaga silaturahmi.
4. Gotong royong & tolong-menolong dalam kebaikan.
4. Hikmah Mempelajari Fiqih Ibadah
• Membentuk remaja yang taat beribadah.
• Menjaga diri dari perbuatan maksiat.
• Membiasakan hidup disiplin dan bertanggung jawab.
• Menjadi bekal menuju kedewasaan yang sesuai ajaran Islam.
D. FIQIH DALAM BERPAKAIAN DAN AURAT
1. PengertianAurat adalah bagian tubuh yang wajib ditutup dan tidak boleh terlihat oleh orang lain sesuai syariat. Pakaian adalah alat untuk menutup aurat, melindungi tubuh, serta mencerminkan identitas seorang muslim.
2. Aurat Menurut Syariat
a. Laki-laki
1. Aurat: antara pusar hingga lutut.
2. Tidak boleh memakai pakaian yang menyerupai perempuan.
3. Dianjurkan menutup lebih dari sekadar aurat, agar lebih sopan.
b. Perempuan
1. Aurat di depan laki-laki bukan mahram: seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
2. Di depan mahram: boleh menampakkan bagian wajah, kepala, leher, lengan, dan betis.
3. Di depan sesama perempuan: aurat antara pusar hingga lutut.
3. Syarat Pakaian Islami
1. Menutup aurat sesuai ketentuan syariat.
2. Tidak tipis / tembus pandang sehingga terlihat kulit.
3. Tidak ketat yang memperlihatkan lekuk tubuh.
4. Tidak menyerupai lawan jenis (laki-laki ↔ perempuan).
5. Tidak menyerupai pakaian khusus orang kafir yang identik dengan ibadah mereka.
6. Sopan & bersih, tidak dipakai untuk kesombongan.
4. Hikmah Menutup Aurat
1. Menjaga kehormatan diri dan harga diri.
2. Membedakan muslim dengan orang kafir.
3. Menghindarkan diri dari fitnah dan pandangan buruk.
4. Mendapat pahala karena menaati perintah Allah.
