Bab 2: Perkembangan Islam di Nusantara

BAB II
PERKEMBANGAN ISLAM DI NUSANTARA

A. Kondisi Nusantara Sebelum Islam Masuk
1. Politik:
a. Nusantara dikuasai kerajaan Hindu-Buddha (Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno,Majapahit).
b. Sistem kekuasaan bersifat feodal → raja dianggap wakil dewa.

2. Sosial:
a. Terdapat sistem kasta (Brahmana, Ksatria, Waisya, Sudra, Paria).
b. Rakyat jelata kurang memiliki kebebasan sosial.

3. Ekonomi:
a. Nusantara sudah ramai jalur perdagangan internasional (India–Arab–Cina).
b. Pelabuhan besar: Barus, Sriwijaya, Malaka, Gresik, Tuban.

4. Agama & Budaya:
a. Animisme & dinamisme (percaya roh nenek moyang).
b. Hindu masuk abad ke-4 M (Kutai).
c. Buddha masuk abad ke-5 M (Tarumanegara, Sriwijaya).
d. Budaya: candi (Borobudur, Prambanan), wayang, sastra Jawa Kuno (Negarakertagama).

B. Fase Awal Masuknya Islam
Islam masuk bukan melalui penaklukan militer, melainkan jalur damai (perdagangan, dakwah, pernikahan, budaya).
a. Kontak Pertama (abad ke-7 M). Catatan Tiongkok (Dinasti Tang, tahun 674 M) menyebut ada perkampungan Arab Muslim di pesisir Sumatera. Bukti awal menunjukkan pedagang Arab sudah singgah sejak abad ke-7.
b. Abad ke-11 M. Ditemukan makam Fatimah binti Maimun (Leran, Gresik, Jawa Timur) wafat tahun 1082 M → bukti adanya komunitas Muslim di Jawa. Komunitas Muslim juga ada di Barus (Sumatera Utara).
c. Abad ke-13 M. Islam berkembang pesat di Samudra Pasai (Aceh Utara). Sultan pertama: Sultan Malik as-Saleh wafat 1297 M. Samudra Pasai jadi kerajaan Islam pertama di Nusantara.

1. Teori Masuknya Islam 
a. Teori Gujarat (India Barat) 
Islam dibawa pedagang Gujarat. Didukung oleh Snouck Hurgronje. Bukti: nisan Sultan Malik as-Saleh bercorak Gujarat. Catatan Marcopolo (1292 M) menyebut pedagang Gujarat menyiarkan Islam di Perlak (Aceh). 

b. Teori Persia (Iran)
Islam dibawa pedagang & ulama Persia. Bukti: 
1). Tradisi Tabut/Asyura di Aceh mirip tradisi Syiah Persia.
2). Huruf Jawi & Pegon mirip dengan aksara Arab-Persia.

c. Teori Arab (Mekah/Mesir)
Pedagang Arab sudah ada di Nusantara sejak abad ke-7. Raja Pasai menganut mazhab Syafi’i (mazhab utama di Mekah-Mesir, bukan Gujarat). Gelar raja “Al-Malik” lebih dekat dengan Mesir.

Kesimpulan: Islam masuk ke Nusantara secara bertahap dan berlapis-lapis melalui Arab, Persia, Gujarat sesuai jalur perdagangan internasional.

2. Jalur Perdagangan Islam 
a. Jalur dagang Laut Merah – Teluk Persia – India – Selat Malaka – Nusantara – Cina.
b. Pedagang Muslim tinggal berbulan-bulan di pelabuhan Nusantara menunggu angin muson → mereka berinteraksi dengan penduduk lokal.
c. Pelabuhan Nusantara menjadi komunitas Muslim → berkembang menjadi pusat kerajaan Islam. 

3. Cara Penyebaran Islam 
a. Perdagangan → pedagang Muslim berdagang sekaligus berdakwah.
b. Pernikahan → pedagang menikah dengan wanita pribumi, terutama keluarga bangsawan.
c. Dakwah → ulama mendirikan masjid, pesantren, surau. Contoh: Walisongo di Jawa.
d. Kesenian & Budaya → dakwah lewat wayang, gamelan, sastra suluk, hikayat.
e. Pendidikan → pesantren dan madrasah menjadi pusat ilmu agama dan sosial.
f. Politik → ketika raja masuk Islam, rakyatnya ikut masuk Islam.

4. Perkembangan Kerajaan Islam di Nusantara 

a. Sumatera
1). Samudra Pasai (1297 M) → Sultan Malik as-Saleh.
2). Kesultanan Malaka (1405 M) → pusat perdagangan internasional, raja Islam pertama Parameswara (Sultan Iskandar Syah).
3). Aceh Darussalam (1496 M) → Sultan Ali Mughayat Syah, menjadi pusat dakwah dan politik Islam abad ke-16.

b. Jawa 
1). Demak (1478 M) → raja pertama Raden Patah, didukung Walisongo.
2). Cirebon & Banten (abad ke-15 M) → pusat dakwah Sunan Gunung Jati.
3). Mataram Islam (abad ke-16 M) → raja Sultan Agung (1613–1645 M), terkenal melawan VOC.

c. Kalimantan 
1). Kesultanan Banjar (1526 M), raja pertama Sultan Suriansyah.

d. Sulawesi 
1). Gowa-Tallo (Makassar) → Raja Alauddin masuk Islam 1605 M, dibimbing Dato’ri Bandang dari Minangkabau. 

e. Maluku 
1). Kesultanan Ternate & Tidore (abad ke-15 M). Raja Ternate, Zainal Abidin, masuk Islam 1486 M. 

f. Lombok & Bali 
1). Lombok masuk Islam lewat dakwah Sunan Prapen (abad ke-16 M).
2). Bali tetap Hindu, tetapi terpengaruh Islam dalam perdagangan.

Posting Komentar

Pilihan Editor

Hendrii · aishwa nahla