Bab 3: Surah Al-Kahfi

BAB III
SURAH AL-KAHFI

A.    Pengenalan Surah Al-Kahfi
Surah ini bernama Al-Kahfi (ٱلْكَهْف), yang berarti Gua. Nama ini diambil dari kisah utama dalam surah, yaitu kisah para pemuda beriman yang berlindung di dalam gua (Ashḥābul Kahf). Menempati urutan ke-18 dalam Al-Qur’an, surah ini terdiri atas 110 ayat dan termasuk surah Makkiyyah (diturunkan di Makkah).Surah Al-Kahfi mengajarkan tentang keimanan, keteguhan hati, kesabaran, kerendahan hati, dan keadilan. Allah menghadirkan empat kisah utama untuk menggambarkan empat jenis ujian manusia: agama, harta, ilmu, dan kekuasaan.

B.     Fadilah dan Keutamaan Surah Al-Kahfi
1.      Membaca di Hari Jumat akan memberi cahaya petunjuk selama sepekan.
Rasulullah bersabda: “Barang siapa membaca Surah Al-Kahf pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya di antara dua Jumat.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
2.      Menghafal Sepuluh Ayat Pertama akan menjadi pelindung dari fitnah Dajjal.
Rasulullah bersabda: “Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahf, maka ia akan terlindung dari Dajjal.” (HR. Muslim)

C.     Bacaan Surah Al-Kahfi Sepuluh Ayat Pertama
1.      Bacaan Surah
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ ١ قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ ٢ مّٰكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ ٣ وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ ٤ مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا ٥ فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا ٦ اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ٧ وَاِنَّا لَجٰعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ ٨ اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا ٩ اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا ١٠

2.      Terjemahan
1).  Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab Suci (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak membuat padanya sedikit pun kebengkokan.
2).  (Dia menjadikannya kitab) yang lurus agar Dia memberi peringatan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik.
3).  Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
4).  (Dia menurunkan Al-Qur’an itu) juga agar Dia memberi peringatan kepada orang-orang yang berkata, “Allah mengangkat seorang anak.”
5).  Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang (hal) itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah besar (dosa) perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.
6).  Maka, boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).
7).  Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di atas bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antaranya yang lebih baik perbuatannya.
8).  Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya sebagai tanah yang tandus lagi kering.
9).  Apakah engkau mengira bahwa sesungguhnya para penghuni gua dan (yang mempunyai) raqīm benar-benar merupakan keajaiban di antara tanda-tanda (kebesaran) Kami?
10).  (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami.”
 
D.    Kisah Utama dalam Surah Al-Kahfi
a.       Kisah Para Pemuda Gua (Ashḥābul Kahf)
Para pemuda beriman hidup di tengah masyarakat yang menyembah berhala. Karena mempertahankan iman, mereka bersembunyi di gua. Allah menidurkan mereka selama ratusan tahun dan membangunkan mereka sebagai bukti kekuasaan-Nya.
→ Pesan: Iman harus dijaga meski dunia menentang.
b.      Kisah Dua Pemilik Kebun
Salah satu pemilik kebun menjadi sombong atas hartanya, lalu Allah menghancurkannya.
→ Pesan: Harta bukan ukuran kebahagiaan, tetapi alat untuk beramal.
c.       Kisah Nabi Musa dan Khidr
Musa belajar bahwa ilmu Allah jauh lebih luas daripada pengetahuan manusia.
→ Pesan: Kerendahan hati dan kesabaran dalam menuntut ilmu.
d.      Kisah Dzulqarnain
Pemimpin adil yang menggunakan kekuasaan untuk melindungi rakyatnya dari kejahatan.
→ Pesan: Kekuasaan adalah amanah, bukan alat kesombongan.

E.     Nilai-nilai Utama Surah Al-Kahfi
1.      Keteguhan iman menghadapi godaan.
2.      Kesabaran dan ketawakal-an kepada Allah.
3.      Kerendahan hati dalam menuntut ilmu.
4.      Tanggung jawab dalam menggunakan kekuasaan dan harta.
5.      Menjaga diri dari fitnah Dajjal dan tipu daya dunia.
 

Posting Komentar

Pilihan Editor

Hendrii · aishwa nahla