BAB III
SURAH AL-KAHFI
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ
عِوَجًا ۜ ١ قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ
الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا
حَسَنًاۙ ٢ مّٰكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ ٣ وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا
اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ ٤ مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ
كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا
كَذِبًا ٥ فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ
يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا ٦ اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ
زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ٧ وَاِنَّا
لَجٰعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ ٨ اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ
الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا ٩ اِذْ اَوَى
الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً
وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا ١٠
2.
Terjemahan
2). (Dia menjadikannya kitab) yang lurus agar Dia memberi peringatan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik.
3). Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
4). (Dia menurunkan Al-Qur’an itu) juga agar Dia memberi peringatan kepada orang-orang yang berkata, “Allah mengangkat seorang anak.”
5). Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang (hal) itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah besar (dosa) perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.
6). Maka, boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).
7). Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di atas bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antaranya yang lebih baik perbuatannya.
8). Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya sebagai tanah yang tandus lagi kering.
9). Apakah engkau mengira bahwa sesungguhnya para penghuni gua dan (yang mempunyai) raqīm benar-benar merupakan keajaiban di antara tanda-tanda (kebesaran) Kami?
10). (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami.”
→ Pesan: Iman harus dijaga meski dunia menentang.
b. Kisah Dua Pemilik Kebun
→ Pesan: Harta bukan ukuran kebahagiaan, tetapi alat untuk beramal.
c. Kisah Nabi Musa dan Khidr
→ Pesan: Kerendahan hati dan kesabaran dalam menuntut ilmu.
d. Kisah Dzulqarnain
→ Pesan: Kekuasaan adalah amanah, bukan alat kesombongan.
E.
Nilai-nilai
Utama Surah Al-Kahfi
1.
Keteguhan
iman menghadapi godaan.
2.
Kesabaran
dan ketawakal-an kepada Allah.
3.
Kerendahan
hati dalam menuntut ilmu.
4.
Tanggung
jawab dalam menggunakan kekuasaan dan harta.
5.
Menjaga
diri dari fitnah Dajjal dan tipu daya dunia.
.png)