BAB III
AKHLAK MADZMUMAH
A. Pengertian Akhlak Madzmumah
Akhlak madzmumah adalah perilaku atau sifat tercela yang bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai kebaikan. Akhlak ini harus dihindari karena dapat merusak diri sendiri, orang lain, serta hubungan manusia dengan Allah Swt.
B. Pengertian Perilaku Tercela
1. Mubadzir/Boros : Perilaku menghambur-hamburkan harta untuk hal yang tidak bermanfaat atau berlebihan
2. Riya’/Pamer : Melakukan ibadah atau kebaikan dengan tujuan agar dilihat dan dipuji oleh orang lain, bukan karena Allah SWT.
3. Tammak/Rakus : Sikap serakah, selalu ingin memiliki lebih tanpa merasa cukup dan tanpa memedulikan orang lain.
4. Jubun/Penakut : Sikap takut berlebihan sehingga enggan membela kebenaran atau melakukan kewajiban.
5. Ananiah/Egois : Sikap mementingkan diri sendiri dan tidak peduli terhadap kepentingan orang lain.
C. Dalil Naqli tentang Larangan Perilaku Tercela
1. Mubadzir
QS. Al-Isra’ ayat 26–27

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan.”
2. Riya’
QS. Al-Ma’un ayat 4–6
“Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya’.”
3. Tammak/Rakus
QS. At-Takatsur ayat 1
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.”
4. Jubun/Penakut
QS. Ali Imran ayat 175
“Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku.”
5. Ananiah/Egois
QS. Al-Hasyr ayat 9
“Mereka mengutamakan orang lain atas diri mereka sendiri.”
D. Bahaya Perilaku Tercela
1. Mubadzir: Menyebabkan kemiskinan dan pemborosan sumber daya.
2. Riya’: Menghapus pahala amal dan merusak keikhlasan.
3. Tammak: Menimbulkan sifat serakah dan konflik sosial.
4. Jubun: Menghambat kemajuan dan keberanian membela kebenaran.
5. Ananiah: Merusak hubungan sosial dan menimbulkan permusuhan.
E. Cara Menjauhkan Diri dari Perilaku Tercela
1. Mubadzir: Hidup sederhana dan membelanjakan harta sesuai kebutuhan.
2. Riya’: Meluruskan niat dan memperbanyak amal secara sembunyi-sembunyi.
3. Tammak: Bersyukur dan merasa cukup (qana’ah).
4. Jubun: Menumbuhkan keberanian dengan iman dan tawakal kepada Allah.
5. Ananiah: Melatih empati, tolong-menolong, dan peduli terhadap sesama.



