BAB III
AKHLAK TERHADAP ORANG LAIN
A. Pengertian Akhlak Terhadap Orang Lain
Akhlak terhadap orang lain dalam Islam adalah perilaku, sifat, atau tingkah laku yang baik dan terpuji (akhlaqul karimah) yang mencerminkan nilai-nilai agama, menunjukkan kasih sayang, keadilan, kejujuran, dan kepedulian, serta diwujudkan dalam interaksi sehari-hari seperti tolong-menolong, menghormati, bersikap adil, menjaga lisan, dan menghindari perbuatan tercela seperti mencaci atau berburuk sangka, dengan tujuan membangun hubungan harmonis dan meraih ridha Allah SWT.
B. Contoh Akhlak Terpuji dan Tercela Terhadap Orang Lain
1. Akhlak Terpuji (Mahmudah)
• Jujur (Shidq): Menyampaikan kebenaran dalam perkataan dan perbuatan, tidak menipu atau berbohong.
• Adil: Bersikap netral dan proporsional, tidak memihak, serta memberikan hak kepada yang berhak.
• Sabar (Shabr): Menahan diri dari marah dan menerima musibah dengan lapang dada.
• Tolong-menolong (Ta'awun): Membantu orang lain yang kesusahan tanpa pamrih.
• Menghormati: Menghargai orang yang lebih tua, lebih muda, dan semua orang tanpa meremehkan.
• Dermawan (Karim): Suka memberi, murah hati, dan tidak pelit (bakhil).
• Pemaaf: Memaafkan kesalahan orang lain dan tidak menyimpan dendam.
• Husnuzon (Berprasangka Baik): Selalu berpikir positif terhadap orang lain dan tidak berburuk sangka (suuzon).
• Amanah: Dapat dipercaya dan menepati janji.
2. Akhlak Tercela (Mazmumah)
• Sombong (Takabur): Merasa diri lebih baik dari orang lain, angkuh.
• Ghibah (Gosip): Membicarakan keburukan orang lain saat dia tidak ada.
• Iri dan Dengki (Hasad): Merasa tidak senang melihat orang lain mendapatkan kebahagiaan atau kesuksesan.
• Dendam: Memiliki kebencian mendalam dan keinginan membalas dendam.
• Fitnah: Menuduh seseorang dengan kebohongan yang merusak nama baiknya.
• Khianat: Mengkhianati kepercayaan yang diberikan, mengingkari janji.
• Riya: Berbuat baik hanya untuk mencari pujian atau pamer.
• Namimah (Adu Domba): Menyebarkan fitnah atau ucapan yang memecah belah.
• Marah (Ghadab): Mudah marah dan tidak bisa mengendalikan emosi.
C. Dalil Akhlak Terhadap Orang lain
1. QS Al-Hujurat (49) : 11
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim." QS. Al-Hujurat[49]:11
4 poin-poin penting dalam QS. Al-Hujurat ayat 11 :
• Jangan Merendahkan: Larangan mengolok-olok orang lain karena boleh jadi mereka lebih baik dari kita.
• Jangan Mencela: Larangan saling menghina atau mencari kesalahan sesama manusia.
• Jangan Memberi Julukan Buruk: Larangan memanggil orang lain dengan sebutan yang menyakitkan atau tidak disukai.
• Perintah Bertaubat: Melakukan hal di atas termasuk perbuatan zalim dan fasik yang harus segera ditinggalkan.
2. QS Al-Baqarah (2) : 263
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
۞ قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَآ اَذًى ۗ وَاللّٰهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf itu lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya lagi Maha Penyantun." QS. Al-Baqarah[2]:263
3. QS Al-Hujurat (49) : 13
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
"Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti." QS. Al-Hujurat[49]:13
D. Cara Menumbuhkan Akhlak Terpuji Terhadap Orang Lain
1. Memperdalam Ilmu dan Iman
Akhlak adalah buah dari iman. Semakin kita memahami bahwa setiap interaksi akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, semakin kita terjaga dalam bersikap.
2. Melatih Empati (Posisikan Diri)
Gunakan prinsip sederhana: Jangan lakukan kepada orang lain apa yang kamu tidak ingin orang lain lakukan kepadamu. Sebelum berucap atau bertindak, pikirkan perasaan orang tersebut.
3. Membiasakan "3 Kata Ajaib"
Mulailah dari hal kecil dalam pergaulan sehari-hari dengan konsisten mengucapkan:
• Tolong saat meminta bantuan.
• Maaf saat melakukan kesalahan atau merasa mengganggu.
• Terima Kasih atas apresiasi terhadap sekecil apa pun kebaikan orang lain.
4. Menjaga Lisan
Berusahlah untuk berpikir sebelum berbicara. Jika tidak bisa menyampaikan sesuatu yang bermanfaat atau baik, lebih baik memilih untuk diam.
5. Memilih Lingkungan yang Baik
Bertemanlah dengan orang-orang yang memiliki akhlak mulia. Karakter seseorang seringkali terbentuk dari siapa yang paling sering berinteraksi dengannya ("Seseorang mengikuti agama teman dekatnya").
6. Melawan Ego (Rendah Hati)
Sadari bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Jangan merasa lebih mulia dari orang lain agar terhindar dari sifat sombong yang merusak akhlak.
Langkah awal yang paling mudah: Cobalah untuk memberikan senyuman dan salam setiap kali bertemu orang lain hari ini.
