BAB IV
AMAL-AMAL YANG UTAMA
A. Amal Sholeh di Bidang Hubungan dengan Allah Swt
1. Bunyi hadits dan terjemahnya
Artinya :
Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata: [Al Walid bin 'Aizar] telah mengabarkan kepadaku dia berkata: saya mendengar [Abu 'Amru Asy Syaibani] berkata: telah mengabarkan kepada kami pemilik rumah ini, sambil menunjuk kerumah [Abdullah] dia berkata: saya bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Amalan apakah yang paling dicintai Allah? Beliau bersabda: "Shalat tepat pada waktunya." Dia bertanya lagi: "Kemudian apa?" beliau menjawab: "Berbakti kepada kedua orang tua." Dia bertanya: "Kemudian apa lagi?" beliau menjawab: "Berjuang di jalan Allah." Abu 'Amru berkata: "Dia (Abdullah) telah menceritakan kepadaku semuanya, sekiranya aku menambahkan niscaya dia pun akan menambahkan (amalan) tersebut kepadaku." [H.R. Bukhari]
2. Makna hadits
Hadits ini menjelaskan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat tepat pada waktunya, kemudian berbakti kepada kedua orang tua, dan selanjutnya berjuang di jalan Allah. Hadits ini mengajarkan agar seorang Muslim mendahulukan ibadah kepada Allah, berbuat baik kepada orang tua, serta bersungguh-sungguh dalam melakukan kebaikan sesuai ajaran Islam.
B. Amal Sholeh di Bidang Jihad
1. Bunyi hadits dan terjemahnya
Artinya :
Telah menceritakan kepadaku Abu ar-Rabi' az-Zahrani telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah. (dalam riwayat lain disebutkan) telah menceritakan kepada kami Khalaf bin Hisyam dan lafazh tersebut miliknya, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Hisyam bin Arubah dari bapaknya dari Abu Murawih al-Laitsi dari Abu Dzar dia berkata: "Aku pernah bertanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, 'Wahai Rasulullah! Amalan apakah yang paling utama?' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Beriman kepada Allah dan berjihad pada jalan-Nya." Aku bertanya: "Hamba sahaya yang bagaimanakah yang paling utama?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Hamba sahaya yang paling baik menurut pemiliknya dan paling mahal harganya." Aku bertanya lagi, "Bagaimana jika aku tidak bisamengerjakannya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Kamu bisa membantu orang yang bekerja atau berkerja untuk orang yang tidak memiliki pekerjaan." Aku bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah! Apa pendapatmu jika aku tidak mampu melakukan sebagian dari amalan?' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Kamu hendaklah menghentikan kejahatanmu terhadap orang lain karena hal itu merupakan sedekah darimu kepada dirimu." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' dan Abd bin Humaid, Abd berkata: telah mengabarkan kepada kami, dan Ibnu Rafi' berkata: telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az-Zuhri dari Habib mantan budak Urwah bin az-Zubair, dari Urwah bin Az-Zubair dari Abu Murawih dari Abu Dzar dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan hadits yang semisalnya, hanya saja dia menyebutkan, "Kamu membantu orang yang bekerja atau menciptakan pekerjaan untuk orang yang tidak bekerja." [H.R. Muslim]
2. Makna hadits
Hadits ini menjelaskan bahwa amal yang paling utama adalah beriman kepada Allah dan berjihad di jalan-Nya. Jika tidak mampu melakukan amal besar, seseorang tetap bisa berbuat kebaikan dengan membantu orang lain, memberi pekerjaan, atau menahan diri dari perbuatan buruk, karena meninggalkan kejahatan juga termasuk sedekah.
C. Amal Sholeh di Bidang Bekerja
1. Bunyi hadits dan terjemahnya
Artinya :
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dari Abu 'Ubaid sahayanya 'Abdurrahman bin 'Auf bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; "Sungguh, seorang dari kalian yang memanggul kayu bakar dan dibawa dengan punggungnya lebih baik baginya daripada dia meminta kepada orang lain, baik orang lain itu memberinya atau menolaknya". [H.R. Bukhari]
2. Makna hadits
Hadits ini mengajarkan bahwa bekerja dan berusaha sendiri meskipun dengan pekerjaan yang berat lebih baik dan lebih mulia daripada meminta-minta kepada orang lain. Islam mendorong umatnya untuk mandiri, menjaga harga diri, dan tidak bergantung pada bantuan orang lain, kecuali dalam keadaan benar-benar terpaksa.
D. Amal Sholeh di Bidang Hubungan Sosial
1. Bunyi hadits dan terjemahnya
Artinya :
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa ingin lapangkan pintu rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahmi." [H.R. Bukhari]
2. Makna hadits
Hadits ini menjelaskan bahwa menyambung tali silaturahmi dapat menjadi sebab dilapangkannya rezeki dan dipanjangkan umur. Islam mengajarkan agar umatnya menjaga hubungan baik dengan keluarga dan sesama, karena silaturahmi membawa keberkahan hidup dan kebaikan di dunia maupun akhirat.




