BAB II
IMAN KEPADA QADHA' DAN QADAR
A. Pengertian Iman kepada Qadha’ dan Qadar
Qadha’ adalah ketetapan Allah SWT sejak zaman azali terhadap segala sesuatu yang akan terjadi. Qadar adalah perwujudan atau pelaksanaan ketetapan Allah tersebut sesuai waktu dan keadaan yang telah ditentukan. Iman kepada qadha’ dan qadar berarti meyakini sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini atas kehendak dan ketentuan Allah SWT, baik yang menyenangkan maupun yang tidak.
B. Hubungan Qadha’ dan Qadar dengan Perilaku Manusia
- Keyakinan terhadap qadha’ dan qadar membuat manusia lebih sabar, ikhlas, dan tidak sombong.
- Manusia tetap memiliki tanggung jawab atas perbuatannya, karena Allah memberi akal dan kehendak.
- Keimanan ini mendorong manusia untuk berusaha maksimal, bukan pasrah tanpa usaha.
- Menjauhkan diri dari sikap putus asa dan menyalahkan takdir.
C. Hubungan Ikhtiar, Doa, dan Tawakal dengan Takdir Allah
- Ikhtiar adalah usaha sungguh-sungguh yang dilakukan manusia untuk mencapai tujuan.
- Doa adalah permohonan kepada Allah agar diberi kemudahan dan hasil terbaik.
- Tawakal adalah berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha dan doa.
- Ketiganya saling berkaitan: manusia berusaha, berdoa, lalu bertawakal, dan menerima hasilnya sebagai takdir Allah dengan penuh keikhlasan.
D. Contoh Sikap Berpikir dan Bersikap Positif dalam Kehidupan Sehari-hari
- Belajar dengan sungguh-sungguh dan menerima hasil ujian dengan lapang dada.
- Tidak putus asa ketika gagal, tetapi menjadikannya sebagai pelajaran.
- Bersyukur atas keberhasilan tanpa merasa paling hebat.
- Tetap berbuat baik meskipun menghadapi kesulitan.
- Meyakini bahwa setiap kejadian memiliki hikmah dari Allah SWT.
