BAB III
UNSUR-UNSUR HADITS
Suatu hadis harus memenuhi tiga unsur. Unsur-unsur ini dapat mempengaruhi tingkatan hadis, apakah hadis tersebut asli atau tidak. Unsur – unsur tersebut yaitu:
A. Sanad
Secara bahasa, sanad berasal dari kata سند yang berarti انضمام الشيئ الى الشيئ (penggabungan sesuatu ke sesuatu yang lain). Di dalam susunan sanad terdapat banyak nama yang tergabung dalam satu rentetan jalan. Sanad bisa juga berarti المعتمد (pegangan/tempat bersandar, tempat berpegang, yang dipercaya atau yang sah). Sanad diartikan sebagai sandaran karena sanad hadis merupakan sesuatu yang menjadi sandaran dan pegangan.
Sedangkan secara terminologi, sanad adalah jalan yang dapat menghubungkan matan hadis sampai kepada Nabi Muhammad saw. Dengan kata lain, sanad adalah rentetan perawi-perawi (silsilah). Artinya susunan atau rangkaian orang-orang yang meyampaikan materi hadis tersebut, sejak yang disebut pertama sampai kepada Rasul saw. Dengan pegertian ini, maka sebutan sanad hanya berlaku pada serangkaian (banyak) orang, bukan dilihat dari sudut pribadi secara perorangan.
Kata-kata lain yang berkaitan dengan istilah sanad, adalah seperti al-isnad, al-musnad. Kata-kata ini secara terminologi mempunyai arti yang cukup luas, sebagaimana yang dikembangkan oleh para ulama.
Kata
al-isnad berarti menyandarkan, mengasalkan (mengembalikan ke asal). Maksudnya
ialah menyandarkan hadis kepada orang yang mengatakan (raf’u al-hadis ila
qailih atau ‘audu al-hadis ila qailih).
Sedangkan
kata al-musnad mempunyai beberapa arti, bisa berarti hadis yang disandarkan
atau diisnadkan oleh seseorang, bisa juga berarti kumpulan hadis yang
diriwayatkan dengan menyebutkan sanad-sanadnya secara lengkap, seperti musnad al-Firdaus.
Kata Musnad juga biasa digunakan untuk menamai suatu kitab yang menghimpun
hadis-hadis dengan sistem penyusunan berdasarkan nama-nama para sahabat para
perawi hadis, seperti kitab Musnad Ahmad, tetapi bisa juga berarti nama bagi
hadis yang marfu’ dan muttasil yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw. dan
sanadnya bersambung.
Contohnya
pada kitab Sahih Bukhari sebagai berikut :
Dari
hadis diatas sanadnya adalah orang-orang yang menyampaikan matan hadis sampai
pada Imam Bukhari, sehingga orang yang menyampaikan kepada Imam Bukhari adalah
sanad pertama dan sanad terakhir adalah Abu Hurairah. Sedangkan Imam Bukhari
adalah orang yang mengeluarkan hadis atau yang menulis hadis dalam kitabnya.
Para
ahli hadis memberi penilaian terhadap sahih atau tidaknya dapat berdasarkan
pada sanad tersebut. Jika terdapat salah satu sanad yang kurang memenuhi syarat
maka dapat mengurangi atau bahkan dapat meragukan kesahihan hadis.
Berikut
adalah contoh sanad lainnya :
Artinya:
Al-Humaidi ibn al-Zubair telah menceritakan kepada kami seraya berkata Sufyan
telah menceritakan kepada kami seraya berkata Yahya ibn Sa’id al-Ansari telah
menceritakan kepada kami seraya berkata Muhammad ibn Ibrahim al-Taimi telah
memberitakan kepada saya bahwa dia mendengar ‘Alqamah ibn Waqqas al-Laisi
berkata ‚saya mendengar Umar ibn al-Khattab ra berkata di atas mimbar‚ Saya
mendengar Rasulullah saw. bersabda...‛
B. Matan
Matan,
berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari huruf م – ت - ن
. Matan memiliki makna ma saluba wa irtafa’a min al-ardi (tanah
yang meninggi) atau punggung jalan atau bagian tanah yang keras dan menonjol ke
atas.
Secara
terminologis, istilah matan dalam ilmu hadis adalah redaksi sabda Nabi Muhammad
saw. atau isi dari hadis tersebut. Matan ini adalah inti dari apa yang dimaksud
oleh hadis. Apabila dirangkai menjadi kalimat matn al-hadis maka definisinya
adalah:
ألفاظ الحديث التى تتقوم بها المعانى
Artinya: Kata-kata
hadis yang dengannya terbentuk makna-makna.
misalnya:
Artinya: Orang
mukmin yang satu dengan orang mukmin lainnya bagaikan suatu bangunan yang
saling menopang antara satu dengan yang lainnya.
Matan hadis
terdiri dari dua elemen yaitu teks atau lafal dan makna (konsep), sehingga
unsur-unsur yang harus dipenuhi oleh suatu matan hadis yang sahih yaitu terhindar
dari syadz dan ’illat, contohnya:
Artinya: Amal-amal
perbuatan itu hanya tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan apa
yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrah karena untuk mendapatkan dunia atau
karena perempuan yang akan dinikahinya maka hijrahnya (akan mendapatkan) sesuai
dengan tujuan hijrahnya...‛
Penelitian Sanad dan Matan Hadis
Penelitian
terhadap sanad dan matan hadis (sebagai dua unsur pokok hadis) sangat
diperlukan. Penelitian ini dilakukan untuk meyaring unsur-unsur luar yang masuk
kedalam hadis baik yang disegaja maupun yang tidak disengaja, baik yang sesuai
dengan dalil-dalil naqli lainya atau tidak sesuai. maka dengan penelitian terhadap
kedua unsur hadis di atas, hadis-hadis masa Rasul saw. dapat terhindar dari segala
hal yang dapat mengotorinya.
Faktor yang
paling utama perlunya dilakukan penelitian ini, ada dua hal yaitu: pertama,
karena beredarnya hadis palsu (maudu’) pada kalangan masyarakat; kedua
hadis-hadis tidak ditulis secara resmi pada masa Rasulullah saw. (berbeda
dengan al-Qur’an), sehinga penulisan hanya bersifat individual (tersebar di
tangan pribadi sahabat) dan tidak meyeluruh.
C. Rawi
Kata rawi
berarti orang yang meriwayatkan atau yang memberitakan suatu hadis. Orang-orang
yang menerima hadis kemudian mengumpulkanya dalam suatu kitab tadwin disebut
dengan rawi. Perawi dapat disebutkan dengan mudawwin (orang yang mengumpulkan).
Sedangkan
orang-orang yang menerima hadis dan hanya meyampaikan kepada orang lain, tanpa
membukukannya disebut sanad hadis. Setiap sanad adalah perawi pada setiap
tabaqah (levelnya), tetapi tidak setiap perawi disebut sanad hadis karena ada
perawi yang langsung membukukanya.
Pada
silsilah sanad, yang disebut sanad pertama adalah orang yang langsung meyampaikan
hadis tersebut kepada penerimanya. Sedangkan pada rawi yang disebut rawi
pertama ialah para sahabat Rasulullah saw. Dengan demikian penyebutan silsilah
antara kedua istilah ini (sanad dan rawi) berlaku kebalikannya. Artinya rawi pertama
sanad terakhir dan sanad pertama adalah rawi terakhir.
Untuk dapat
mengetahui keadaan para rawi hadis itu terdapat ilmu
rijal al-hadis. Dalam ilmu rijal al-hadis ini
dijelaskankan tentang sejarah ringkas para rawi hadis
dan riwayat hidupnya, dan mazhab yang dianut serta sifat-sifat rawi dalam meriwayatkan hadis. Kitab-kitab yang disusun dalam ilmu
ini banyak macamnya. Ada yang hanya menerangkan riwayat
singkat dari sahabat Nabi dan ada yang menerangkan riwayat
hidup rawi secara lengkap.
Contoh Sanad, Matan, dan Rawi
Agar menjadi
jelas yang apa dimaksudkan sebagai sanad, matan dan rawi, perhatikan contoh di
bawah ini:
1. Contoh
Sanad:
2. Contoh
Matan:
3. Contoh Rawi:
رواه البخارى
Yang disebut
rawi atau mukharrij adalah orang yang mengeluarkan hadis atau membukukan hadis.





