BAB IV
ORMAS ISLAM DI INDONESIA
A. ORMAS ISLAM
Ormas Islam atau Organisasi Kemasyarakatan Islam adalah lembaga yang didirikan oleh sekelompok warga negara secara sukarela atas dasar kesamaan aspirasi, kehendak, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa melalui nilai-nilai agama Islam. Berbeda dengan partai politik yang berorientasi pada kekuasaan, ormas Islam lebih menitikberatkan pada pemberdayaan umat dan pelayanan sosial.
B. ORMAS ISLAM TERBESAR DAN PALING BERPENGARUH DI INDONESIA
1. Nahdlatul Ulama
a. Sejarah Singkat dan Tanggal Berdiri
Nahdlatul Ulama didirikan secara resmi pada:
• Tanggal Masehi: 31 Januari 1926
• Tanggal Hijriah: 16 Rajab 1344 H
• Tempat: Surabaya, Jawa Timur.
Latar Belakang:
NU lahir dari gagasan para ulama pesantren yang tergabung dalam Komite Hijaz. Mereka merasa perlu adanya organisasi untuk membela kepentingan ulama tradisional dan mempertahankan madzhab (terutama Syafi'i) di tengah arus pembaruan Islam global.
Tokoh Pendiri:
• K.H. Hasyim Asy'ari: Sebagai Rais Akbar (Pimpinan Tertinggi).
• K.H. Abdul Wahab Hasbullah: Sebagai penggerak dan organisatoris.
• K.H. Bisri Syansuri: Pakar fikih yang memperkuat sistem hukum NU.
b. Filosofi Keagamaan (Prinsip Dasar)
NU menggunakan pendekatan Fikih Sentris, artinya segala tindakan harus ada landasan hukumnya dalam kitab-kitab ulama terdahulu.
• Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja): Menyeimbangkan antara dalil Al-Qur'an/Hadis dengan pemikiran akal dan tradisi.
• Penerimaan Budaya: NU percaya bahwa agama tidak harus menghapus budaya lokal. Selama tradisi tersebut tidak menyimpang secara fatal (syirik), tradisi itu bisa diwarnai dengan nilai-nilai Islam (contoh: Wayang Santri).
c. Struktur Organisasi yang Hierarkis
NU memiliki sistem yang sangat hormat pada senioritas dan keilmuan ulama:
• Mustasyar: Dewan penasihat yang berisi ulama-ulama sepuh.
• Syuriyah: Pemegang otoritas tertinggi (Ulama). Mereka yang menentukan "boleh atau tidaknya" sesuatu berdasarkan agama.
• Tanfidziyah: Pelaksana teknis (Profesional/Cendekia). Mereka yang menjalankan roda organisasi sehari-hari.
d. Peran Pendidikan dan Sosial
• Sistem Pesantren: Menekankan pada kemandirian, akhlak (adab), dan penguasaan "Kitab Kuning" (literatur klasik).
• Lembaga Ma’arif: Jaringan sekolah formal yang tersebar luas, mulai dari RA (Raudhatul Athfal) hingga Perguruan Tinggi.
• Banser (Barisan Ansor Serbaguna): Unit kemanusiaan dan keamanan yang sering membantu pengamanan rumah ibadah agama lain, sebagai simbol toleransi.
2. Muhammadiyah: "Pencerahan dan Amal Usaha"
a. Sejarah Singkat dan Tanggal Berdiri
Muhammadiyah didirikan secara resmi pada:
• Tanggal Masehi: 18 November 1912
• Tanggal Hijriah: 8 Dzulhijjah 1330 H
• Tempat: Kampung Kauman, Yogyakarta.
Latar Belakang:
K.H. Ahmad Dahlan melihat kondisi umat Islam di Yogyakarta saat itu masih tertinggal secara pendidikan dan banyak mencampuradukkan ajaran agama dengan tradisi mistis (klenik). Beliau ingin melakukan Tajdid (pembaruan) agar umat Islam kembali ke kemurnian Al-Qur'an dan Sunnah namun tetap berpikiran maju mengikuti zaman.
Tokoh Pendiri:
• K.H. Ahmad Dahlan: (Nama kecilnya Muhammad Darwis), seorang khatib di Masjid Besar Kauman dan pedagang yang memiliki wawasan luas setelah belajar di Makkah.
b. Filosofi dan Prinsip Dasar
• Kembali ke Al-Qur'an dan Sunnah: Mengajak umat untuk mempelajari langsung sumber utama agama agar terhindar dari takhayul dan bid'ah.
• Teologi Al-Ma'un: Terinspirasi dari Surah Al-Ma'un, Muhammadiyah percaya bahwa iman seseorang belum sempurna jika tidak menyantuni anak yatim dan memberi makan orang miskin. Inilah alasan Muhammadiyah punya banyak panti asuhan dan RS.
c. Struktur Organisasi Modern
Muhammadiyah dikelola secara Kolektif-Kolegial (Keputusan bersama, bukan oleh satu orang):
• Pimpinan Pusat (PP): Berkedudukan di Yogyakarta (pusat sejarah) dan Jakarta (pusat administrasi).
• Majelis dan Lembaga: Organisasi dibagi secara profesional. Ada Majelis Dikdasmen (Pendidikan), Majelis Tabligh (Dakwah), dan Lazismu (Zakat).
• Aisyiyah: Organisasi otonom khusus perempuan yang sangat kuat dan mandiri, bahkan mengelola ribuan TK (TK ABA).
d. Peran Pendidikan dan Sosial
• Amal Usaha Muhammadiyah (AUM): Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi terkaya di dunia karena kemandiriannya memiliki ribuan sekolah, rumah sakit, dan baitul maal.
• Pionir Modernisasi: Sekolah Muhammadiyah memadukan kurikulum pemerintah dengan nilai-nilai Islam modern, fokus pada mencetak intelektual muslim yang berwawasan luas.
